Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Geger! Pria di Gresik Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kosong, Istri Histeris: Diduga Karena Tekanan Ekonomi

Putu Mita Damayanti • Rabu, 12 Februari 2025 | 02:25 WIB

EVAKUASI: Anggota Polsek Bungah diabtu tim medis dan warga saat melakukan evakuasi korban untuk dibawah kerumahnya di Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Gresik.
EVAKUASI: Anggota Polsek Bungah diabtu tim medis dan warga saat melakukan evakuasi korban untuk dibawah kerumahnya di Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Gresik.

BALIEXPRESS.ID – Warga Desa Kisik, Kecamatan Bungah, dikejutkan oleh penemuan tragis seorang pria yang ditemukan tewas tergantung di rumah kosong pada Minggu (9/2) sore.

Korban, yang diketahui bernama Farihin (41), diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh istrinya, Nurul Maulidah (30), sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca Juga: Drama Curanmor: Aksi Maling Motor Berakhir di Kandang Kambing!

Saat mencari suaminya, Nurul terkejut bukan main saat mendapati tubuh Farihin tergantung dengan seutas tali tampar di bagian atas rumah kosong tersebut.

Ia pun langsung berteriak histeris, menarik perhatian warga yang segera berdatangan untuk menurunkan jasad korban.

Keterangan dari pihak keluarga mengungkap bahwa Farihin memang mengalami kesulitan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, sebelum kejadian, ia sempat beberapa kali meminta dibelikan tali tampar tanpa alasan yang jelas.

"Dia memang sedang mengalami masalah ekonomi. Beberapa kali minta tali tampar, tapi kami tidak tahu untuk apa," ungkap salah satu anggota keluarga, Senin (10/2).

Baca Juga: Fraksi Gerindra DPRD Badung Sepakat RTRW Badung Diganti

Kapolsek Bungah, AKP Moch. Suja’i, membenarkan kejadian tersebut.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya tali tampar berwarna biru dan sebuah tong berukuran 30 liter yang diduga digunakan korban untuk melakukan aksi nekatnya.

"Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban bunuh diri akibat depresi karena masalah ekonomi," jelas AKP Suja’i.

Saat ini, jenazah Farihin telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi mereka yang mengalami tekanan hidup berat.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami masalah serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan dan dukungan. *** 

Baca Juga: Bupati Giri Prasta Menerima Entry Meeting Pemeriksaan Interim LKPD tahun 2024

 

Editor : I Putu Suyatra
#tekanan ekonomi #gresik #gantung diri