Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Teriakan Minta Tolong Gegerkan Warga, Perempuan Ditemukan dalam Kondisi Luka Serius

I Made Mertawan • Sabtu, 22 Februari 2025 | 13:50 WIB
Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.

BALIEXPRESS.ID- Seorang perempuan berinisial ESY mengejutkan Warga Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah.

Perempuan itu berteriak minta tolong pada Rabu (19/2/2025) malam.

Saat warga berdatangan, mereka mendapati ESY dalam kondisi penuh darah dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.

ESY menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri, Sarmo alias Boring,55.

Pelaku menganiaya korban dengan menggunakan batang kayu dan sandal hingga menyebabkan luka serius.

Usai melakukan aksinya, Sarmo langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Tapem Kecamatan Paranggupito, Joko Tri Hastono, membenarkan kejadian tersebut.

Ia bersama anggota TNI dan kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

"Pelaku saat itu sudah melarikan diri. Tertinggal di sekitar lokasi satu sisi sandal dan kayu yang diduga digunakan untuk memukul korban," ujar Joko, Jumat (21/2/2025).

Akibat penganiayaan tersebut, ESY harus menjalani perawatan di rumah sakit. "Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit," tambah Joko.

Lebih lanjut, Joko mengungkapkan bahwa penganiayaan ini diduga dipicu oleh persoalan sewa tanah antara korban dan pelaku.

"Diduga karena masalah gadai tanah. Dicek di lemari ada kwitansi (bukti gadai tanah) juga," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat pelaku datang ke rumah korban sekitar pukul 19.30 WIB.

Mereka sempat berbincang sebelum akhirnya korban meminta kwitansi bukti gadai tanah kepada pelaku.

Setelah diberikan, korban menyimpan kwitansi tersebut. Namun, tak lama kemudian, pelaku tiba-tiba memukul korban secara membabi buta menggunakan kayu.

"Motifnya masih didalami, tetapi dugaan sementara berkaitan dengan masalah gadai tanah," ungkap Anom.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang melarikan diri setelah kejadian. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#penganiayaan #wonogiri