BALIEXPRESS.ID – Insiden menegangkan terjadi di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Jember, Selasa petang (25/2).
Empat santri terseret arus sungai setelah debit air tiba-tiba meningkat akibat hujan deras.
Beruntung, mereka selamat meski salah satu santri sempat terjepit besi pengaman di area pesantren.
Pengasuh Yayasan Pendidikan IBU Pakusari, KH Muhammad Hafidi Kholis, membenarkan kejadian tersebut.
"Ada empat santri yang terbawa arus, tiga berhasil diselamatkan lebih dulu. Satu santri, Mas Daniel, terjepit di besi pengaman area pesantren," ujarnya.
Proses penyelamatan Daniel berlangsung dramatis dan penuh perjuangan.
Saat terseret arus, tubuhnya tersangkut di besi pengaman yang berada di tepian sungai. Ia sempat berteriak meminta tolong hingga akhirnya tim penyelamat datang.
"Karena terjepit, kami harus memotong besinya dulu. Anak itu kami tahan agar tetap bisa bernapas, lalu besi pengaman dipotong menggunakan gerinda. Alhamdulillah akhirnya bisa terselamatkan," jelas KH Hafidi.
Daniel mengalami luka lecet akibat benturan dengan benda keras saat terbawa arus.
Sementara tiga santri lainnya berhasil lolos lebih dulu tanpa cedera serius.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pakusari belakangan ini menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Bahkan, saat kejadian, air sempat menyapu lingkungan santri putri.
"Alhamdulillah, semua santri putri juga berhasil dievakuasi dengan aman, tidak ada korban di pondok putri," tambah KH Hafidi yang juga anggota DPRD Jember.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pesantren dan warga sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya banjir bandang akibat hujan deras. (*)