BALIEXPRESS.ID- Puluhan emak-emak yang menjadi korban arisan bodong mendatangi rumah warga berinisial ST,39, di Desa Godong, Kecamatan Gudo, Jombang, Jawa Timur pada Kamis (13/3/2025) pagi.
Mereka menagih pembayaran arisan yang diduga digelapkan oleh ST dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Namun, amarah para korban hanya berujung kekecewaan. ST tidak ada di rumah, dan menurut keluarganya, ia telah pergi ke Bali untuk bekerja.
Para korban yang geram merasa semakin frustasi karena ST sebelumnya telah beberapa kali berjanji mencicil pembayaran, namun tak kunjung ditepati.
Salah satu korban, Titim Hanifah, 37, menjelaskan bahwa ia tergiur ikut arisan online setelah dijanjikan keuntungan Rp1 juta dari investasi awal Rp4 juta.
Namun, setelah mentransfer uang, janji manis itu berubah menjadi kabar buruk.
Wulan Nurita Sari,34, korban lainnya, juga mengalami nasib serupa. Ia mengaku kehilangan Rp 14,5 juta setelah membeli dua slot arisan.
"Awalnya dijanjikan pembayaran setelah ST dapat pinjaman bank, tapi sampai sekarang nihil," katanya kesal.
Mengetahui ST tak kunjung menepati janjinya, para korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Gudo.
Namun, hingga kini, ST belum memenuhi panggilan polisi meskipun telah dipanggil dua kali.
Ahmad Imron, paman ST, mengklaim keluarga juga kesulitan membantu korban karena tidak tahu menahu soal arisan tersebut.
"Dia sudah pergi ke Bali jadi pembantu. Kami sudah mencoba menjual sawah untuk membantu mengganti kerugian, tapi belum laku," ujarnya.
Polisi kini mulai mengambil langkah lebih tegas. Jika ST tidak juga datang ke Polsek Gudo setelah Lebaran, petugas akan menjemputnya langsung ke Bali.
Para korban pun berharap keadilan segera ditegakkan agar uang mereka bisa kembali.(*)
Editor : I Made Mertawan