Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

10 Fakta Bocah SD di Gresik Nekat Curi Motor yang Dijual Rp 150 Ribu untuk Main di Timezone dan Jalan-jalan

I Putu Suyatra • Jumat, 21 Maret 2025 | 18:26 WIB

BOCAH CURANMOR: Tiga bocah SD pelaku curanmor di Gresik ini mengaku telah beraksi di sejulah lokasi. (Radar Gresik)
BOCAH CURANMOR: Tiga bocah SD pelaku curanmor di Gresik ini mengaku telah beraksi di sejulah lokasi. (Radar Gresik)

BALIEXPRESS.ID – Aksi nekat tiga bocah SD di Gresik menggemparkan warga setelah terungkap bahwa mereka terlibat dalam serangkaian pencurian sepeda motor di beberapa lokasi.

Bocah berinisial F (12), HR (9), dan NA (10), kini berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan telah dipanggil bersama orang tua mereka untuk dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Gresik.

Hasil Penyelidikan: Murni Inisiatif Anak-anak

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al Qarni, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya paksaan atau perintah dari pihak lain dalam aksi pencurian ini.

Baca Juga: H-1 Penilaian, Rangka Bambu Roboh Timpa Ogoh-Ogoh di Banjar Belulang, Badung

"Tidak ada yang menyuruh mereka. Ini murni dari mereka sendiri tanpa adanya tekanan dari orang lain," ujar AKP Abid dalam konferensi pers, Rabu (19/3).

Ketiga bocah ini mengambil kunci motor secara acak, lalu mendorong kendaraan curian ke lokasi lain untuk dijual murah.

Salah satu motor bahkan telah dijual kepada orang tak dikenal seharga Rp 150 ribu, sementara motor lainnya masih dalam penyelidikan.

Hasil Kejahatan untuk Bersenang-senang

Yang mengejutkan, uang hasil penjualan motor bukan untuk kebutuhan mendesak, melainkan untuk bermain di Timezone dan jalan-jalan ke Surabaya.

Baca Juga: Mau Menikmati Wingstop, Tidak Perlu terbang Jauh Ke Texas, Di Bali Sudah Ada Lo

"Uang hasil penjualan motor digunakan untuk bermain di Timezone dan jalan-jalan ke Surabaya," ungkap AKP Abid.

Polisi telah mengidentifikasi empat lokasi pencurian, yakni:

-  Alun-Alun Gresik – Sepeda motor sempat diamankan tetapi hilang lagi di parkiran Malik Ibrahim.

-  Sekitar Ramayana – Motor dijual seharga Rp 150 ribu kepada orang tak dikenal.

-  Manyar – Korban memilih tidak melaporkan kejadian.

-  Pulopancikan, Kecamatan Gresik – Salah satu lokasi pencurian lainnya.

Latar Belakang Keluarga Bermasalah, Minim Pengawasan

Menurut Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso, ketiga bocah ini berasal dari keluarga yang kurang harmonis.

Mereka tidak tinggal bersama orang tua, melainkan diasuh oleh kakek, nenek, atau paman karena orang tua mereka telah berpisah.

"Kondisi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya pengawasan membuat mereka terlibat dalam tindakan kriminal," jelas Ipda Hendri.

Baca Juga: Misteri Kematian Alan: Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Mengikuti Sosok Tak Terlihat

Pihak kepolisian memastikan tidak ada keterlibatan orang tua atau pihak lain dalam aksi pencurian ini.

Namun, kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam lingkungan yang rentan.

Fakta-Fakta Menarik dari Kasus Pencurian Motor oleh Tiga Bocah SD di Gresik

  1. Pelaku Masih Anak-Anak
    – Tiga bocah SD yang terlibat berusia sangat muda, yaitu F (12), HR (9), dan NA (10). Mereka kini berstatus sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

  2. Aksi Tanpa Paksaan
    – Polisi mengonfirmasi bahwa pencurian ini murni inisiatif mereka sendiri, tanpa ada paksaan atau perintah dari orang lain.

  3. Motor Dijual dengan Harga Murah
    – Salah satu motor curian dijual hanya seharga Rp 150 ribu kepada orang tak dikenal.

  4. Hasil Curian untuk Hiburan
    – Uang dari hasil penjualan motor digunakan untuk bermain di Timezone dan jalan-jalan ke Surabaya.

  5. Metode Pencurian Sederhana
    – Mereka mengambil kunci motor secara acak, lalu mencuri kendaraan dengan cara mendorongnya ke lokasi lain sebelum dijual.

  6. Beberapa Lokasi Pencurian Terungkap
    – Polisi mengidentifikasi empat lokasi pencurian, termasuk Alun-Alun Gresik, sekitar Ramayana, Manyar, dan Pulopancikan.

  7. Orang Tua Tidak Terlibat
    – Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada peran orang tua dalam tindakan kriminal ini, dan mereka mengaku tidak mengetahui aksi anak-anak mereka.

  8. Latar Belakang Keluarga Kurang Harmonis
    – Ketiga bocah tersebut berasal dari keluarga yang tidak utuh, tinggal bersama kakek, nenek, atau paman karena orang tua mereka telah berpisah.

  9. Proses Penyidikan Masih Berjalan
    – Polisi masih melacak keberadaan motor curian lainnya yang belum sempat dijual.

  10. Fenomena Kriminalitas Anak yang Mengkhawatirkan
    – Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana kurangnya pengawasan dan pendidikan dapat mendorong anak-anak melakukan tindakan kriminal.

Kasus ini menjadi peringatan bagi orang tua dan masyarakat akan pentingnya pengawasan serta pendidikan moral bagi anak-anak sejak dini. ***

Baca Juga: Janjikan Solusi, Bupati Satria Tinjau Sawah Terendam Banjir di Desa Pikat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#gresik #bocah sd #sepeda motor #mencuri