Kronologi Lengkap dan Pengakuan Sang Suami yang Emosi Lalu Bunuh Istri dan Selingkuhannya di Sebuah Rumah Kos
I Putu Suyatra• Jumat, 25 April 2025 | 14:33 WIB
Tersangka Abdul Rozak mengakui membacok istrinya dan pria selingkuhan istrinya. (Zeinal Abidin/Jawa Pos Radar Madura)
BALIEXPRESS.ID - Sebuah tragedi berdarah mengguncang ketenangan Perumahan Griya Anugerah, Bangkalan, pada Selasa (22/4).
Abdul Rozak, seorang suami yang dilanda kecurigaan mendalam, tega menghabisi nyawa istrinya, Eka Fatmawati Dewi (45), dan pria yang diduga menjadi selingkuhannya, Agus Arifin (36), di sebuah rumah indekos.
Kisah pilu ini bermula dari kejanggalan yang dirasakan Rozak sehari sebelumnya.
Senin (21/4), Eka berpamitan kepada sang buah hati untuk membeli air.
Namun, kepulangannya tak kunjung tiba. Kecemasan Abdul Rozak mulai merayap ketika panggilan teleponnya tak dijawab.
Keheranan bertambah saat Eka akhirnya mengangkat telepon, mengaku sudah di rumah, namun tiba-tiba memutuskan sambungan.
"Dari situ saya mulai curiga. Kenapa jawabnya begitu terus langsung dimatikan?" ungkap Rozak dalam pemeriksaan pihak kepolisian, seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Madura, Kamis (24/4).
Firasat buruk Rozak semakin kuat saat kabar perselingkuhan Eka dengan Agus kembali menghantuinya.
Upaya menghubungi Agus melalui nomor rekannya justru dijawab oleh Eka, yang mengaku sedang berada di Surabaya.
Kebohongan ini semakin menyulut keyakinan Rozak bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.
"Saya makin yakin ada yang disembunyikan. Saya langsung pinjam mobil teman, niatnya mau nyusul ke Surabaya," tuturnya.
Namun, rencana itu urung dilaksanakan. Rozak memilih menunggu di sekitar Jembatan Suramadu selama hampir sepuluh jam, berharap mendapatkan kabar dari sang istri.
Penantian tanpa hasil membuatnya memutuskan untuk kembali pulang.
Di tengah perjalanan, ingatan tentang sebuah rumah indekos yang pernah dikunjungi Eka sekitar sebulan lalu tiba-tiba muncul.
"Waktu itu saya sempat antar dia ambil paket di kos itu. Saya curiga, langsung saya arahkan ke sana," kata Rozak.
Setibanya di sebuah rumah indekos berwarna merah muda di Perumahan Griya Anugerah, mata Rozak tertuju pada sebuah sepeda motor yang sangat ia kenali sebagai milik Agus.
Langkahnya semakin mendekat, dan dari balik pintu kamar kos, samar-samar terdengar suara. Dua kali ia mengetuk, namun tak ada jawaban.
"Saya langsung bacok dia (Eka), lalu Agus lari ke kamar mandi. Saya kejar dan saya bacok juga," ucap Rozak sambil terisak.
Kepala Satreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi menjelaskan betapa mengerikannya luka yang diderita kedua korban.
Eka mengalami luka bacok di paha, punggung, dagu, dan pipi, sementara Agus mengalami luka di kepala, dada, dan beberapa bagian tubuh lainnya.
"Kami tangkap pelaku satu jam setelah kejadian, saat ia berkendara di jalan Desa Martajasah," tegas AKP Hafid.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa celurit dan menemukan bercak darah di lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta bahwa Eka telah tinggal bersama Agus di rumah indekos tersebut selama kurang lebih empat bulan terakhir.
"Motifnya kuat karena masalah asmara. Pelaku adalah suami sah dari korban perempuan," imbuh Hafid.
Kini, Abdul Rozak harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya.
Sementara itu, warga Perumahan Griya Anugerah masih шокированы (terkejut) dan berduka atas tragedi yang terjadi di tengah lingkungan mereka, sebuah pengingat kelam tentang betapa dahsyatnya amarah dan pengkhianatan dapat merenggut nyawa. ***