BALIEXPRESS.ID – Suasana khusyuk salat subuh di Musala Al-Manar, Desa/Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, berubah menjadi tragedi berdarah.
Abdul Aziz, seorang ketua RT yang dikenal baik oleh warganya, meregang nyawa di tangan Sujito, salah satu penduduk setempat, pada Rabu pagi (30/4).
Peristiwa nahas ini terjadi tanpa diduga.
Sujito (67 tahun), tanpa adanya pertengkaran atau cekcok sebelumnya, tiba-tiba menyerang Abdul Aziz dengan menggunakan parang.
Baca Juga: Penerapan TPS3R di Karangasem Dibawah 50 Persen
Korban tidak memiliki kesempatan untuk membela diri dan tewas seketika di lokasi kejadian dengan luka tusuk yang mengerikan.
Dendam Tersembunyi di Balik Pembunuhan Sadis
Motif di balik pembunuhan yang menggemparkan ini akhirnya terkuak. Aparat kepolisian berhasil mengungkap bahwa tindakan brutal Sujito didasari oleh dendam mendalam terkait sengketa lahan.
Lahan yang dipermasalahkan tersebut diketahui digunakan sebagai jalan umum di lingkungan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Pemkab Klungkung Tinjau Ulang Dokumen FS Pembangunan Pelabuhan Kusamba
Dua Korban Lainnya Kritis, Pelaku Terancam Hukuman Berat
Selain Abdul Aziz, aksi keji Sujito juga mengakibatkan dua korban luka berat lainnya. Istri dari Abdul Aziz dan seorang warga bernama Cipto Rahayu turut menjadi sasaran amukan pelaku dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka serius yang diderita.
Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Sujito berhasil ditangkap dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Ia terancam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana, yang memiliki ancaman hukuman yang sangat berat.
Warga Terkejut, Pelaku Sempat Berbaur Sebelum Tragedi
Kejadian tragis ini sontak membuat warga Kedungadem terkejut dan tak percaya. Pasalnya, pelaku dan korban selama ini dikenal tidak memiliki riwayat konflik terbuka.
Bahkan, sehari sebelum aksi pembunuhan sadis ini terjadi, Sujito masih terlihat berinteraksi dengan para tetangga dan ikut serta dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan sekitar.
Hal ini semakin menambah kebingungan dan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Polisi Terus Dalami Kasus, Motif Sebenarnya Jadi Sorotan
Saat ini, pihak kepolisian dari Polres Bojonegoro masih terus melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pembunuhan ini.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya serta mendalami lebih lanjut motif dendam yang melatarbelakangi tindakan brutal pelaku.
Sujito kini telah diamankan di Mapolres Bojonegoro untuk proses hukum lebih lanjut.
Kisah tragis di Kedungadem ini menjadi pengingat betapa konflik yang terpendam dapat berujung pada tindakan kekerasan yang mengerikan.
Warga berharap agar keadilan dapat ditegakkan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. ***
Editor : I Putu Suyatra