FAKTA TERBARU KASUS MAYAT DICOR: Memar di Wajah Korban Hingga Pengakuan Keji Tersangka!
I Putu Suyatra• Minggu, 4 Mei 2025 | 15:17 WIB
Polisi saat membongkar liang lahat tempat J mengubur dan mengecor mayat Dwi Hastuti di Ngadirojo, Wonogiri, Jumat (2/5/2025). (DOK.POLRES WONOGIRI)
BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan Dwi Hastuti (48), wanita asal Baturetno yang ditemukan tewas dicor di dekat kandang itik, terus mengungkap fakta-fakta mengerikan.
Terbaru, hasil visum et repertum menunjukkan adanya memar parah di wajah korban dan pendarahan di otak, menguatkan dugaan kekerasan brutal yang dilakukan oleh tersangka, Joko Nur Setiawan (34).
Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo mengungkapkan hasil visum sementara tersebut pada Sabtu (3/5/2025).
"Memar di pipi kanan dan pipi kiri. Selain itu juga ada pendarahan di otak," jelas Iptu Agung, memberikan gambaran jelas tentang luka mengerikan yang dialami korban sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Dalam pemeriksaan lanjutan, tersangka Joko akhirnya mengakui perbuatan kejinya.
Pria yang telah memiliki istri dan anak ini tega mencekik selingkuhannya itu di rumah orang tuanya di Dusun Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo.
Akibat cekikan tersebut, Dwi Hastuti terjatuh dan kepalanya membentur fondasi.
Namun, amarah Joko seolah tak terbendung. Dalam kondisi korban terkapar, ia masih memukuli Dwi Hastuti berulang kali hingga nyawanya melayang.
"Korban berusaha teriak, tapi wilayah itu sepi dan ayah pelaku tidak di rumah. Mulut (korban) juga dibekap oleh pelaku," papar Iptu Agung, menggambarkan betapa kejamnya aksi pembunuhan tersebut.
Setelah memastikan kekasih gelapnya tewas, Joko yang panik melakukan tindakan mengerikan untuk menyembunyikan jejak kejahatannya.
Ia menyeret dan mengubur jenazah Dwi Hastuti di halaman belakang rumah orang tuanya, tepat di dekat kandang itik. Lebih sadis lagi, untuk menghilangkan jejak dan bau, Joko mengecor kuburan korban dengan semen dan batu bata.
Motif pembunuhan ini diduga kuat dilatarbelakangi masalah asmara yang rumit.
Dwi Hastuti disebut-sebut meminta pertanggungjawaban Joko untuk menikahinya, padahal Joko telah berkeluarga.
Selain itu, beredar kabar bahwa Dwi juga menuntut Joko untuk mengembalikan mobilnya yang direntalkan, yang diduga kuat telah digelapkan oleh tersangka.
Pengakuan tersangka dan hasil visum terbaru ini semakin memperjelas betapa tragis dan brutalnya kematian Dwi Hastuti.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menanti pengungkapan motif serta hukuman setimpal bagi pelaku yang tega melakukan perbuatan keji tersebut.
Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk memastikan semua fakta terungkap sepenuhnya. ***