BALIEXPRESS.ID - Sebuah dialog mengejutkan terungkap saat mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi barak militer Rindam III Siliwangi, tempat digelarnya Pendidikan Karakter Panca Waluya Jabar Istimewa bagi siswa SMA/SMK/MA/MAK se-Jawa Barat.
Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi berinteraksi langsung dengan para siswa, termasuk seorang siswi asal Bogor yang bersekolah di SMA Sukabumi.
Percakapan dimulai dengan pertanyaan sederhana tentang asal sekolah dan tempat tinggal.
Baca Juga: Tak Boleh Sembarangan! Ini Pantangan saat Nyepi Uma di Desa Adat Bungkulan, Sawan
Namun, suasana berubah ketika Dedi Mulyadi menanyakan tentang kehidupan asmara siswi tersebut.
"Pacar diputusin engga?" tanya Dedi.
"Iya," jawab siswi tersebut.
Alasan di balik keputusan itu pun terungkap: "Engga apa-apa, pengen diputusin aja, kan di sini," jelas siswi tersebut.
Jawaban ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah lingkungan barak militer yang disiplin menjadi alasan utama?
Dedi Mulyadi terus menggali, menanyakan kemungkinan mencari pacar baru di lingkungan militer.
Namun, siswi tersebut dengan tegas menjawab "Engga."
Lebih dalam lagi, Dedi Mulyadi menanyakan alasan siswi tersebut mengikuti pendidikan militer.
"Kamu nakalnya kenapa?" tanya Dedi.
Siswi tersebut dengan jujur mengakui kebiasaan buruknya, seperti jarang masuk sekolah dan tidur larut malam.
Namun, perubahan signifikan terjadi sejak ia berada di Rindam.
"Sekarang di sini, bisa tidur jam 9?" tanya Dedi.
"Ya, bisa," jawab siswi tersebut.
Ia juga mengaku sudah terbiasa tanpa ponsel.
Dialog ini mencapai puncaknya ketika Dedi Mulyadi menanyakan cita-cita siswi tersebut.
"Serius mau jadi polwan?" tanya Dedi.
"Siap, insyaAllah," jawab siswi tersebut dengan mantap.
Kunjungan Dedi Mulyadi ini tidak hanya mengungkap kisah pribadi seorang siswi, tetapi juga menyoroti dampak positif pendidikan militer dalam membentuk karakter generasi muda. ***
Editor : I Putu Suyatra