Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Remaja Bersenjata Tajam Siap Tawuran, Ada Apa di Balik Aksi Mereka?

Putu Mita Damayanti • Sabtu, 24 Mei 2025 | 22:00 WIB

Delapan kreak berhasil diamankan aparat Polsek Tugu Jumat (23/5/2025). (istimewa)
Delapan kreak berhasil diamankan aparat Polsek Tugu Jumat (23/5/2025). (istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Ketenangan Kota Semarang kembali terusik oleh aksi tawuran antar kelompok remaja. Dalam dua insiden terpisah yang terjadi menjelang dini hari, aparat kepolisian berhasil mengamankan delapan remaja yang diduga kuat akan terlibat tawuran, lengkap dengan senjata tajam mematikan.

Apa yang mendorong para pelajar SMP dan SMK ini nekat membawa celurit dan ingin bertikai di jalanan?

Penangkapan pertama terjadi pada Jumat dini hari (23/5/2025), sekitar pukul 02.30 WIB, di Kecamatan Tugu.

Baca Juga: PH Beber Duduk Perkara Pemalsuan Silsilah Menyeret Nenek 93 Tahun di PN Denpasar: Belum Ada Menang Atau Kalah

Anggota Polresta Semarang yang sedang berpatroli mencurigai sekelompok remaja yang bergerak mencurigakan, hendak menuju Ungaran, Kabupaten Semarang.

Setelah dikejar, empat remaja berhasil diamankan.

"Keempat remaja ini masih dalam pemeriksaan. Tiga di antaranya pelajar SMP dan satu lainnya pelajar SMK," ungkap Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widianto. Yang paling mengkhawatirkan, dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua celurit panjang yang disembunyikan di punggung mereka.

"Karena ditemukan membawa senjata tajam, kasus ini akan kami dalami lebih lanjut," tegas Kompol Fajar.

Celurit Bertebaran, Remaja Berkilah: Siapa Pemilik Senjata Mematikan Ini?

Beberapa jam sebelumnya, Kamis malam (22/5/2025), menjelang Jumat dini hari, insiden serupa terjadi di kawasan Pantai Cipta, Semarang Utara.

Baca Juga: Truk Putar Balik Jadi Petaka, Pengendara Motor Asal Malang Tewas di Tempat

Tim patroli malam Polrestabes Semarang mengamankan empat remaja lain yang juga dicurigai akan terlibat tawuran. Dari lokasi ini, polisi menyita tiga bilah celurit panjang.

Kanitreskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Emut Suharsono, membenarkan penangkapan tersebut.

"Belum sempat tawuran, baru sebatas tantang-tantangan. Mereka diamankan oleh tim Presisi dan diserahkan ke Polsek Semarang Utara," jelasnya.

Namun, ada kejanggalan dalam pemeriksaan: keempat remaja itu mengklaim senjata tajam yang ditemukan bukan milik mereka.

Klaim ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar. Jika bukan milik mereka, lantas milik siapa senjata-senjata berbahaya itu?

Dan mengapa mereka berada di lokasi dengan benda-benda mematikan tersebut?

Aparat kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan patroli rutin untuk mencegah aksi kriminalitas yang melibatkan remaja, terutama yang membawa senjata tajam dan berpotensi menimbulkan konflik terbuka di tengah masyarakat.

Dengan maraknya kasus seperti ini, apakah masyarakat merasa aman? Dan apa peran kita sebagai warga dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan? *** 

Baca Juga: Pulang Lebih Awal? Audit BPK Temukan Kejanggalan Perjalanan Dinas DPRD Karangasem, Anggota Dewan Diminta Segera Mengembalikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#tawuran #remaja #semarang