Kronologi Tragis! Curi Bensin Eceran, Dua Maling Kecelakaan Maut: Satu Tewas di Tempat!
Putu Mita Damayanti• Senin, 26 Mei 2025 | 01:43 WIB
Seorang terduga pelaku pencurian bensin eceran tergeletak di pinggir jalan Dusun Krajan, Desa Jabungcandi, Kecamatan Paiton setelah motornya selip saat kabur dari kejaran warga.
BALIEXPRESS.ID – Sebuah aksi pencurian bensin eceran di kios milik warga Dusun Waduk, Desa Jabungcandi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, berakhir nahas pada Jumat (23/5) sekitar pukul 14.15 WIB.
Dua pelaku yang mencoba kabur usai menggasak bensin, justru mengalami kecelakaan tragis. Salah satu di antaranya tewas di lokasi kejadian.
Peristiwa menegangkan ini bermula ketika pemilik kios, Farhatun (48), meninggalkan kiosnya sebentar.
Tak lama kemudian, ia melihat dua pria tak dikenal mendekati kiosnya dengan mengendarai motor Honda Vario putih.
Curiga, Farhatun langsung kembali ke kios sambil mengamati gerak-gerik mereka.
Kejar-kejaran Maut Setelah Tepergok Mencuri
Kecurigaan Farhatun terbukti. Dari jarak sekitar 200 meter, ia melihat salah satu pria, yang kemudian diketahui berinisial MN (34), warga Dusun Kembang, Desa Randumerak, masuk ke kios dan mengambil bensin dalam kardus yang berisi tujuh botol (empat botol ukuran 1,5 liter dan tiga botol ukuran 1 liter).
Farhatun sontak berteriak meminta pelaku mengembalikan bensin curiannya. Namun, bukannya berhenti, kedua pelaku malah tancap gas melarikan diri dengan kecepatan tinggi ke arah utara.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu ikut mengejar, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran yang dramatis.
Rem Blong atau Hilang Kendali? Nasib Tragis di Dusun Krajan
Nahas, pelarian kedua pelaku berakhir tragis. Saat melintas di Dusun Krajan, Desa Jabungcandi, motor yang mereka kendarai kehilangan kendali dan tergelincir.
Kedua pelaku pun terjatuh dari motor.
RZ (37), warga Dusun Tanjung Kidul, Desa Karanganyar, tewas seketika di tempat kejadian.
Sementara itu, MN mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan penanganan medis.
"Dari kejadian ini, kami mengamankan tujuh botol bensin yang sempat dibawa kabur. Kasusnya masih dalam penanganan," kata Kanit Reskrim Polsek Paiton Aipda Romli, Sabtu (24/5).
Tragedi ini menjadi pelajaran pahit tentang risiko dari tindakan kriminal dan konsekuensi yang bisa saja berujung pada hal yang tidak diinginkan. ***