Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Geger! Kelamin Anak Nyaris Putus Akibat Sunat Laser Diduga Malapraktik, Netizen Geram: No Viral No Justice!

I Putu Suyatra • Jumat, 30 Mei 2025 | 13:55 WIB

ILUSTRASI: Kasus dugaan malapraktik mantri khitan.
ILUSTRASI: Kasus dugaan malapraktik mantri khitan.

BALIEXPRESS.ID – Sebuah insiden mengerikan terkait dugaan malapraktik kembali mengguncang publik. Kali ini, seorang anak laki-laki di Kayu Aro, Kerinci, Jambi, dilaporkan mengalami kondisi mengerikan setelah menjalani prosedur sunat menggunakan laser oleh seorang perawat.

Bagian vital sang anak dikabarkan nyaris terpotong habis.

Kabar mengejutkan ini langsung viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Facebook Maysaroh Al Faalih.

Baca Juga: Trotoar Rusak di Kawasan Wisata Badung Picu Kecelakaan, Puspa Negara Desak Beautifikasi

Dalam unggahannya yang penuh amarah, Maysaroh mengungkapkan kekecewaannya mendalam, menyoroti praktik perawat tersebut yang diduga tanpa izin resmi.

"MasyaAllah sepanjang ini loh wee yang dipotong ama (oleh) oknum perawat itu," tulis Maysaroh dalam postingannya yang diunggah ulang di Instagram @drg.mirza, dikutip Kamis (29/5).

Maysaroh juga menyoroti mirisnya penanganan kasus ini, di mana keluarga korban hanya diberikan uang transportasi sebesar Rp 500 ribu, jumlah yang sangat tidak sebanding dengan trauma dan kerusakan yang ditimbulkan.

Ia bahkan menyentil fenomena "No Viral No Justice" yang kerap terjadi di Indonesia.

"Hukum Indonesia kalau enggak diviralkan ya anyep," tegasnya, menyiratkan kekhawatiran akan minimnya respons hukum jika kasus ini tidak menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Liburan Tenang, BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja

Tak hanya itu, Maysaroh juga mengungkapkan keprihatinan mendalamnya akan masa depan, kesehatan mental, dan trauma seumur hidup yang mungkin akan dihadapi sang anak.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa unggahannya bukan untuk merendahkan profesi perawat secara umum, melainkan mengkritik keras oknum perawat yang teledor dan tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Namun, beberapa informasi di media sosial menyebutkan bahwa insiden tragis ini sudah terjadi sejak tahun 2024. Publik menanti tindak lanjut dan keadilan bagi korban. ***

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#perawat #sunat #laser #jambi