Tragedi Dini Hari: Lansia Ditemukan Tewas Terbakar, Kecelakaan atau Ada Dalang di Baliknya?
Putu Mita Damayanti• Rabu, 18 Juni 2025 | 13:27 WIB
Tim Inafis dan Satreskrim Polres Madiun identifikasi lokasi kebakaran yang menewaskan lansia di Desa Sumbersari, Saradan, Selasa (17/6). FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
BALIEXPRESS.ID – Sebuah kejadian pilu mengguncang Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Selasa (17/6) dini hari.
Seorang pria lanjut usia, Marijo (84 tahun), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, hangus terbakar di area dapur rumahnya.
Insiden tragis ini kini dalam penanganan serius pihak kepolisian.
Tim gabungan dari Polres Madiun, Inafis, dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Fokus utama adalah mengungkap penyebab pasti kematian Marijo dan memastikan apakah peristiwa ini murni kecelakaan atau justru ada indikasi tindakan kriminal.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor untuk mengetahui apakah kejadian ini murni kecelakaan atau ada unsur tindak pidana," terang Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi, memberikan pernyataan resmi.
Menurut keterangan Sainem, istri korban, insiden bermula sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Sainem sedang memasak nasi menggunakan tungku kayu.
Sekitar setengah jam kemudian, Marijo terbangun dan ikut masuk ke dapur.
Dugaan sementara menyebutkan Marijo mengambil kayu yang masih menyala dan meletakkannya di dekat tumpukan kayu bakar.
Tak lama berselang, api tiba-tiba membesar dan dengan cepat menyambar tumpukan kayu tersebut.
Melihat api yang membesar, Sainem yang panik segera keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Warga pun segera datang dan berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan utama rumah.
Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti penting dari lokasi kejadian, termasuk tumpukan kayu yang terbakar dan sebuah bantal yang juga ditemukan dalam kondisi hangus.
Untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut, pihak berwenang juga telah meminta keterangan dari Sainem dan anak korban.
Jasad Marijo kini telah dibawa ke RSUD dr. Soedono, Madiun, untuk menjalani autopsi oleh tim Labfor.
Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah peristiwa ini murni kecelakaan tragis ataukah ada dugaan tindak pidana yang melatarbelakanginya.