BALIEXPRESS.ID — Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan setelah tertabrak Kereta Api (KA) Penataran di jalur rel KM 53 bandul 8, wilayah Jalan Raya Gadang Gang 12B, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (19/6) dini hari.
Tubuh korban dalam kondisi hancur dan bagian-bagiannya tercecer di sepanjang rel. Saat dievakuasi, korban diketahui mengenakan kaus berwarna cokelat, celana training biru tua, serta jaket hoodie hitam. Tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen pribadi lainnya di lokasi.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo, peristiwa ini pertama kali diketahui dari laporan masinis KA Penataran kepada petugas Stasiun Kotalama, Sholeh Prayitno.
Baca Juga: Warga Bugbug Geruduk Kejari Karangasem soal Bumdes Kolaps: Perbekel Ancam Lapor Balik
“Masinis melaporkan bahwa melihat tubuh seseorang tergeletak di rel setelah kereta melintas dari arah selatan menuju utara,” terang AKP Wardi.
Pihak kepolisian bersama petugas PT KAI kemudian mendatangi lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 06.30 pagi.
Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka berat di seluruh tubuh. Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah barang milik korban, termasuk sepasang sandal hitam, kacamata, korek api, dan rokok.
Jenazah segera dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk keperluan otopsi dan proses identifikasi.
Sementara itu, Penjaga Perlintasan Sebidang (JPL) 79, Suwandono, memperkirakan insiden terjadi sekitar pukul 03.50 WIB, bersamaan dengan jadwal KA Penataran melintas. Lokasi kejadian berada sekitar 500 meter dari pos penjagaan JPL 79.
“Saya tidak mengenali korban, kemungkinan bukan warga sekitar sini,” ujar Suwandono.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek Sukun untuk proses pencocokan data. (*)