BALIEXPRESS.ID – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa besar yang terjadi di depan Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Pernyataan ini sekaligus membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebut tiga orang tewas dalam kericuhan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa hasil penelusuran di lapangan tidak menemukan adanya korban jiwa. “Sampai saat ini, nihil korban meninggal dunia,” ujarnya.
Menurut data yang dihimpun, total korban luka mencapai 64 orang. Mereka terdiri dari 7 anggota kepolisian dan 57 warga, baik peserta aksi maupun masyarakat yang terdampak bentrokan.
Cedera yang dialami bervariasi, mulai dari memar, luka robek, hingga sesak napas akibat paparan gas air mata. Semua korban telah mendapatkan penanganan medis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati merinci penanganan korban di sejumlah fasilitas kesehatan:
Baca Juga: Sempat Tertunda, Adi Arnawa Akhirnya Pastikan Pengadaan Insinerator Untuk Tangani Sampah
RSUD RAA Soewondo: 6 pasien rawat inap, 34 rawat jalan
RS Keluarga Sehat (KSH): 7 pasien rawat inap, 12 rawat jalan
Klinik Husada Marga: 4 pasien rawat jalan
Klinik Pratama PMI: 1 pasien rawat jalan
Ribuan orang memadati area Alun-Alun Pati hingga depan pendopo, namun suasana memanas dan bentrokan tidak terhindarkan di sejumlah titik. (*)
Editor : Nyoman Suarna