BALIEXPRESS.ID- Kasus tragis menimpa Dita Oktavia,21, seorang janda muda asal Kediri, Jawa Timur.
Ia tewas di tangan kekasihnya sendiri, Choirul Huda,26, hanya karena persoalan cemburu.
Peristiwa bermula pada Minggu (6/7/2025), ketika Huda menjemput Dita sepulang bekerja di sebuah kafe.
Awalnya, pasangan ini berencana pergi ke Nganjuk untuk menyaksikan hiburan “sound horeg”.
Namun, perjalanan berubah tegang setelah Huda menyinggung soal obrolan Dita dengan pria lain melalui chat.
Pertengkaran pun tak terhindarkan hingga akhirnya mereka batal menuju acara tersebut.
Dalam perjalanan pulang, Dita enggan menjawab pertanyaan Huda mengenai pria lain.
Sikap diam itu justru memicu emosi Huda yang kemudian memukul kaki Dita.
Kondisi Dita semakin memburuk ketika ia mengeluh sesak dada dan meminta air minum.
Bukannya menenangkan, Huda malah menampar dan memukul kepala korban hingga mengenai pelipis.
Meski tubuh Dita sudah lemas, Huda tidak membawanya pulang. Ia justru mengajak korban berkeliling, bahkan sampai ke wilayah Blitar.
Setibanya di Kecamatan Ponggok, Huda kembali melampiaskan amarah dengan memukul korban.
Saat napas Dita tersengal dan tubuhnya makin lemah, Huda menarik kuat penutup kepala jaket hingga menutup hidung dan mulutnya. Dita pun tak lagi bernyawa.
Pada Senin (7/7/2025) dini hari, Huda membuang jasad kekasihnya di pinggir Jalan Raya Blitar–Malang, Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, lalu menutupinya dengan tumpukan sampah agar tidak terlihat.
Hanya berselang sehari, polisi berhasil membekuk Huda di Salatiga, Selasa (8/7/2025).
Kasus ini pun mengejutkan publik karena nyawa seorang perempuan harus melayang akibat cemburu buta. (*)
Editor : I Made Mertawan