TAK BANYAK YANG TAHU! Cerita Tuksedo Studio: Pabrik Mobil Balap Klasik di Bali yang Kebanjiran Pesanan Luar Negeri
I Putu Suyatra• Sabtu, 11 Mei 2024 | 18:12 WIB
UNIK: Mobil antik yang dimodifikasi menjadi mobil klasik ala modern di pabrik Tuksedo Studio di Sukawati Gianyar. (marsellus pampur/radarbali.id)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Di balik hiruk pikuk pariwisata Bali, terdapat sebuah pabrik mobil unik bernama Tuksedo Studio yang terletak di Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Bukan sembarang mobil, Tuksedo Studio memproduksi mobil balap klasik replika yang diminati para kolektor otomotif dari seluruh dunia.
Animo Tinggi dari Luar Negeri
Berbeda dengan kebanyakan pabrik mobil, Tuksedo Studio justru kebanjiran pesanan dari luar negeri.
Saat ini, terdapat sekitar 30 unit mobil balap klasik yang antri untuk diproduksi, dengan peminat dari Timur Tengah, Amerika, dan Eropa.
"Animo di kalangan pencinta otomotif sekarang tinggi. Bahkan antrean kita sekarang lebih banyak di luar negeri," ungkap Laksamana Gusti Handoko, Co Founder Tuksedo Studio, Jumat (10/5/2024).
Replika Mobil Balap Klasik Berbagai Merek
Tuksedo Studio menerima pesanan replika mobil balap klasik berbagai merek ternama, seperti Porsche, Toyota, dan mobil klasik lainnya yang sudah tidak diproduksi lagi.
Keunikan dan kualitas replika inilah yang menjadi daya tarik utama bagi para kolektor.
Meskipun fokus utama pada pasar luar negeri, Tuksedo Studio juga melayani pesanan dari dalam negeri.
Di tahun 2024 ini, mereka sedang mengerjakan lima unit mobil balap klasik untuk konsumen di Indonesia.
Harga Miliaran Rupiah
Salah satu mobil replika yang terjual pada Jumat (10/5) adalah Porsche 356 Cabriolet, dengan harga di kisaran 1 hingga 2 miliar rupiah.
Pembelinya, R. Adi Yunadi, mengaku terkesan dengan kualitas dan detail mobil replika Tuksedo Studio.
Kecintaan pada Mobil Klasik
Adi Yunadi, seorang pengusaha dan penggemar mobil klasik Volkswagen, tak ragu untuk merogoh kocek miliaran rupiah demi memiliki Porsche 356 Cabriolet.
Baginya, mobil klasik memiliki daya tarik tersendiri yang tak tergantikan.
"Karena saya sudah biasa mengendarai VW Tua, jadi saya tidak bermasalah dengan mobil-mobil tua. Yang namanya VW Itu sangat tidak nyaman. Tapi saya tidak peduli soal ini," pungkasnya.
Keberhasilan Tuksedo Studio dalam memikat pasar internasional menunjukkan keahlian dan dedikasi para pengrajin Bali dalam menciptakan karya seni otomotif yang luar biasa.
Tuksedo Studio bukan hanya pabrik mobil, tetapi juga bukti bahwa Bali memiliki potensi luar biasa di bidang industri kreatif. ***