Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dukung Bagia dan Koster-Ace, Wakil Ketua DPC Demokrat Mundur

I Putu Suyatra • Jumat, 22 Juni 2018 | 02:32 WIB
Dukung Bagia dan Koster-Ace, Wakil Ketua DPC Demokrat Mundur
Dukung Bagia dan Koster-Ace, Wakil Ketua DPC Demokrat Mundur

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Jelang Pileg 2019, Wakil Ketua DPC Demokrat Klungkung I Gusti Ngurah Wiadnyana memilih mengundurkan diri. Surat pengunduran diri dilayangkan 18 Mei 2018. Wiadnyana memilih hengkang dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu dengan alasan tidak nyaman.


“Saya cinta dengan Partai Demokrat, tapi merasa tidak nyaman berada di dalamnya. Partai Demokrat semangatnya tidak seperti dulu,” jelas Wiadnyana saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group).


Hanya saja politikus asal Dusun Lepang Kangin, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, itu enggan menyebutkan persoalan yang membuatnya tak nyaman.


“Itu urusan internal partai. Saya tidak akan buka. Biarkan menjadi cerita yang saya simpan pribadi,” ujar mantan ketua PAC Demokrat Banjarangkan itu.


Alasan lain yang menguatkannya keluar dari partai karena ingin fokus memenangkan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Klungkung nomor urut 1 Tjokorda Bagus Oka- I Ketut Mandia (Bagia), dan paslon gubernur Bali I Wayan Koster- Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). Karena dari awal, dirinya  secara pribadi menilai paslon itu cocok memimpin Klungkung dan Bali. 


“Pak Cok Bagus dan Mandia sosok yang rendah hati. Sedangkan Pak Koster dan Cok Ace, dengan pengalaman masing – masing yakin saya akan mampu membawa Bali lebih baik,”  ujarnya.


Di luar tim pemenangan, mantan caleg Partai Demokrat Pileg 2014 itu bergerak memenangkan paket Bagia dan Koster-Ace. “Saya mendukung Bagia karena saya yakin pola pembangunan satu jalur akan lebih cepat membangun Klungkung. Ini juga salah satu pertimbangan saya mundur dari Demokrat,” ungkap Wiadnyana.


Meskin sudah mundur dari Demokrat, pihaknya mengegaskan belum ada keinginan pindah ke partai lain. Padahal beberapa partai politik (parpol) sudah menawari bergabung.


“Saya mundur bukan karena ingin loncat ke partai lain, namun murni karena tidak nyaman di Demokrat,” tegas dia.


Ketua DPC Demokrat Klungkung Gde Artison Andarawata mengaku tak mempersoalkan pengunduran diri salah satu kadernya.  Katanya, pengunduran diri itu sudah disampaikan lama, karena kesibukan  pribadi.


Disinggung karena alasannya tak nyaman, Soni --demikian dia disapa menyatakan selama ini komunikasi di tingkat pengurus Demokrat Klungkung sudah berjalan baik. Bahkan setelah pelantikan pengurus ranting, komunikasi  ke desa-desa semakin intens.


“Yang pasti kami menghargai setiap kader. Putusan mundur kami hormati. Asal jangan mundur, terus lompat partai dan jelek-jelekkan Partai Demokrat,” ujar pria yang juga anggota DPRD Klungkung itu. 


Soni juga menegaskan keputusan Wiadnyana tidak akan berpengaruh terhadap Demokrat di Klungkung. Memang, diakuinya, pada pileg empat tahun lalu, Wiadnyana sempat jadi caleg, namun perolehan suaranya tidak mampu mengantarkan ke gedung DPRD Klungkung.


“Jadi pada DCS (daftar calon sementara) pileg 2019 memang tidak pasang. Jauh hari sudah menyatakan tidak ikut,”  ujar Soni. 

Editor : I Putu Suyatra
#klungkung