DENPASAR, BALI EXPRESS – Tahapan pemilihan walikota dan wakil walikota Denpasar semakin seru. Hal tersebut terlihat saat proses pengundian nomor urut calon di Ina Bali Heritage, Denpasar, Kamis (24/9). Dengan didampingi ketua tim sukses masing-masing, kedua paslon terlihat antusias.
Hadir secara langsung Ketua KPU Kota Denpasar beserta 2 orang anggota, 2 orang dari Bawaslu Bali serta ketua timses dari masing-masing paslon. Sisanya menunggu di luar ruangan. Sementara unsur Forkompinda, LO, pimpinan parpol pengusung serta keluarga paslon hadir secara virtual melalui media zoom.
Proses pengundian nomor urut diawali dengan pengambilan nomer undian pertama dilakukan oleh pasangan calon I Gusti Ngurah Jaya Negara,SE dan I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., MM. Karena sesuai mekanisme, yang bersangkutan datang terlebih dahulu ke ruang rapat yaitu pada pukul 09.05 Wita dan disusul paslon Gede Ngurah Ambara, SH. dan Made Bagus Kertha Negara, SE yang hadir pada pukul 09.50 wita.
Hasil pengundian nomor urut, paslon I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE dan I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., MM mendapat Nomor urut 1. Dan paslon Gede Ngurah Ambara, SH dan Made Bagus Kertha Negara, SE mendapat nomor urut 2.
Selanjutnya nomor urut yang telah ditetapkan menjadi bagian dari proses pada masa kampanye yang akan dilaksanakan mulai 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020. Rangkaian acara pleno juga dilaksanakan penandatanganan fakta integritas kepatuhan prokes selama tahapan dan kesiapan menerima sanksi pelanggaran prokes bagi kedua paslon, serta pendeklarasian untuk mewujudkan Pilwali Kota Denpasar 2020 yang damai, patuhi Protokol Kesehatan dan ramah lingkungan.
Menariknya, baru saja usai penetapan nomor, mobil VW yang digunakan oleh paslon Jaya-Wibawa telah tertempel stiker dengan nomor urut 1. Mobil tersebut tampak parkir di lobi Ina Bali Heritage sebelum paslon Jaya-Wibawa beranjak dari tempat acara. Selain itu, tim kreatif dari paslon nomor urut 1 ini juga bergerak cepat memanfaatkan sosial media. Belum sampai satu jam setelah diumumkan, nomor urut secara resmi, berbagai iklan berupa video serta foto bertebaran di sosial media. Hal itu pun membuat sebagian masyarakat tercengang.
Ditemui usai pengambilan nomor, paslon Jaya-Wibawa tampak percaya diri berpose di hadapan awak media dengan memamerkan angka 1. Keyakinan tampak di raut wajah paslon yang mengenakan kemeja merah dan putih ini, meski wajah tertutup masker.
Saat diwawancarai, calon walikota nomor urut 1, Jaya Negara mengatakan, dalam perhelatan Pilwali 2020 ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Mari bersama sukseskan Pilwali ini agar berjalan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Disinggung terkait nomor undian yang didapat, pria yang masih menjabat sebagai wakil walikota Denpasar ini memaknainya dengan sederhana sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha. Satu kata, satu pikiran dan satu tujuan. “Semua nomor bagus. Tidak ada pengaruhnya. Kami memaknainya sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha, satu tujuan untuk Denpasar Maju,” tegasnya.
Dengan didampingi ketua tim pemenangan, paslon Jaya-Wibawa membeberkan visi dan misinya dalam perhelatan Pilwali 2020 ini. “Dengan nomor urut 1 ini mari bersama bergerak bersatu-padu, bergerak secara bergotong royong. Dengan spirit menyama braya mari wujudkan dua hal, yakni dalam jangka pendek, kemampuan menangani penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar dan untuk jangka panjang tentu untuk mewujudkan kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju,” jelasnya.
Di sisi lain, paslon nomor urut 2 Gede Ngurah Ambara, SH. dan Made Bagus Kertha Negara, SE, dalam konferensi persnya menyampaikan, dengan programnya Denpasar Berseri, diharapkan dapat mewujudkan Denpasar menuju smart city dengan SDM yang berdaya saing. “Bagaimanapun, kami ingin memenangkan Pilwali Kota Denpasar agar program bisa berjalan mengantarkan Denpasar yang berseri,” ujar paket Amerta ini dengan didampingi penasehat spiritualnya.
Sementara itu, Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya, mengapresiasi para paslon telah menunjukkan impresi positif mewujudkan apa yang sudah disepakati dalam deklarasi, dengan tidak menggunakan 200 persen jatah pembuatan APK baliho, spanduk dan umbul umbul, tidak mengadakan kampanye rapat umum dan konser musik yang mengumpulkan masa. “Kami berharap semua kegiatan kampanye merefleksikan komitmennya,” ungkapnya.
Pelaksanaan rapat pleno ini juga disiarkan secara live streaming di kanal youtube KPU Kota Denpasar, agar masyarakat luas dapat mengakses. KPU Kota Denpasar berkomitmen melaksanakan pemilihan yang demokratis, aman dan sehat.
Selanjutnya KPU merencanakan melaksanakan pembukaan masa kampanye pada 27 September 2020 yang dirangkai dengan peluncuran maskot dan jingle Pilwali Kota Denpasar 2020. “Acara ini akan digelar secara daring dengan mengundang paslon dan tim kampanye, pimpinan partai politik dan stakeholder,” tegasnya.
Editor : Nyoman Suarna