Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pengamat Politik Menilai Gibran Rakabuming Raka sebagai Strategi Unggulan Prabowo Subianto di Pilpres 2024

I Putu Suyatra • Minggu, 29 Oktober 2023 | 17:11 WIB
Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka

SURABAYA, BALI EXPRESS - Hari Fitrianto, seorang pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), berpendapat bahwa Gibran Rakabuming Raka memiliki potensi besar untuk menarik suara dari pemilih milenial dan generasi Z dalam Pemilihan Presiden 2024, yang dianggap sebagai kartu truf Prabowo Subianto.

"Gibran adalah satu-satunya kandidat di bawah usia 40 tahun, sementara Prabowo Subianto adalah 'senior citizen'," kata Hari Fitrianto.

Dia menekankan bahwa peran Gibran sebagai Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, adalah untuk mengurangi perbedaan usia yang signifikan antara Prabowo dan pemilih milenial serta generasi Z.

Karena perbedaan usia ini, Gibran dianggap lebih mampu memahami isu-isu yang relevan bagi pemuda.

Hari Fitrianto juga mengungkapkan potensi pemilih muda, yang mencakup pemilih milenial dan generasi Z, yang mencapai 56,45% dari total pemilih pada Pemilu tahun depan.

Menurutnya, DPT milenial berjumlah 68.822.389 pemilih atau 33,60%, sementara pemilih generasi Z mencapai 46.800.161 pemilih atau 22,85% dari total DPT yang berjumlah 204.807.222 pemilih.

Meskipun peluang untuk mendapatkan suara pemilih muda terbuka bagi pasangan Prabowo-Gibran, Hari Fitrianto menekankan bahwa Gibran perlu membangun citra yang kuat sebagai perwakilan dari kalangan pemuda.

"Jadi tinggal bagaimana Gibran bisa meyakinkan mereka (milenial dan generasi Z)" katanya.

Pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024 telah dibuka oleh KPU RI pada 19-25 Oktober 2023.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, mengungkapkan kebingungannya terkait alasan mengapa publik tidak seharusnya memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 hanya karena dia adalah putra sulung Presiden Joko Widodo.

Fahri Hamzah menekankan prinsip demokrasi di mana rakyat memilih dan menentukan pemenang dalam pemilihan.

"Tidak ada istilah melanggengkan kekuasaan dalam demokrasi, semuanya itu adalah elected by the people, jadi semua itu dipilih oleh rakyat," tegasnya.

Fahri juga memberikan contoh bahwa banyak kontestan pemilu yang memiliki pertalian darah dengan pejabat publik tidak selalu menang dalam pemilu.

Fahri Hamzah mendorong para kontestan Pilpres 2024 untuk tidak takut bersaing dengan alasan tersebut dan yakin bahwa Presiden Joko Widodo akan bersikap netral dalam Pilpres 2024.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah mendaftar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (25/10).

Terkait persyaratan pemilihan presiden dan wakil presiden, UU Pemilu mengharuskan pasangan calon memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI, yang saat ini memiliki 575 kursi.

Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara. (*)

Editor : I Putu Suyatra
#milenial #Prabowo Subianto #generasi z #pilpres 2024 #gibran rakabuming raka