SINGARAJA, BALI EXPRESS - Nama Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta ternyata muncul di Buleleng dalam bursa Pilgub Bali 2024. Hal itu terungkap dalam rapat internal DPC PDIP Buleleng pekan lalu.
Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna, mengungkapkan bahwa hasil penilaian ini telah ditetapkan sepekan yang lalu setelah rapat internal untuk menentukan bakal calon bupati dan wakil bupati serta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali.
Dua nama pasangan calon yang diusulkan dalam pertemuan tersebut adalah duet I Wayan Koster - Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dan Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta.
Supriatna menegaskan bahwa ini hanyalah langkah awal di dalam DPC PDIP Buleleng.
Nantinya, nama-nama tersebut akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali untuk pembahasan lebih lanjut, dan kemudian ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
Penilaian ini akan menjadi pertimbangan bagi DPP untuk mengeluarkan rekomendasi.
“Yang pasti, kami hanya menilai calon yang berpotensi. Kami sepakat di DPC bahwa untuk bupati dan wakil bupati tidak dipasangkan. Nama-nama tersebut akan dipertimbangkan kembali,” ungkapnya.
“Keputusan ada di tangan DPP. Kami dapat mengusulkan nama-nama, tetapi keputusan ada di tangan DPP,” ujarnya, Selasa (16/4).
Sebelumnya, nama Giri Prasta juga muncul dalam rapat internal DPC PDIP Karangasem.
Sama dengan Buleleng, PDIP Karangasem juga mengusulkan nama Koster – Cok Ace dan Koster – Giri Prasta.
Selan calon gubernur dan wakil gubernur Bali, PDIP Buleleng juga telah menyelesaikan penilaian terhadap kader-kader potensial yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024.
Dalam pertemuan internal, terungkap bahwa ada tujuh nama kader potensial yang telah diusulkan sebagai calon potensial.
Mereka adalah I Nyoman Sutjidra, I Gusti Ayu Aries Sujati, Ketut Putra Sedana alias dr Caput, Ketut Rochineng, Kadek Setiawan, Gede Supriatna, dan Wayan Masdana.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan berkoalisi dengan partai lain dalam Pilkada Buleleng, Supriatna menegaskan bahwa kebijakan tersebut tergantung arahan dari DPP PDIP.
“Apakah akan berkoalisi dengan partai lain? Itu adalah keputusan DPP,” katanya.
Penilaian ini menandai langkah awal bagi PDIP Buleleng dalam mempersiapkan diri menghadapi Pilkada 2024 dan menegaskan komitmen mereka dalam menyiapkan kader-kader potensial untuk memimpin Buleleng ke depan. ***
Editor : I Putu Suyatra