Wayan Koster, yang lahir di Singaraja pada 20 Oktober 1962, sebelumnya berkarir sebagai anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut sejak 2004 hingga 2018.
Karir politiknya dimulai sebagai staf ahli fraksi PDIP di DPR RI pada tahun 2003-2004. Pengalaman panjang di dunia politik ini turut membentuk reputasinya sebagai pemimpin di Bali.
Profil
Nama Lengkap: I Wayan Koster
Tempat, Tanggal Lahir: Singaraja, 20 Oktober 1962
Agama: Hindu
Jabatan: Gubernur Bali (2018–2023)
Istri: Ni Putu Putri Suastini
Anak: Ni Putu Dhita Pertiwi dan Ni Made Wibhuti Bhawani
Latar Belakang dan Pendidikan
I Wayan Koster lahir di Singaraja, Buleleng, Bali. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Bali, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Jakarta.
Koster adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan gelar Sarjana Teknik (S1).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister di bidang Pengajaran Matematika dari Universitas Indonesia (UI).
Karir Akademik dan Awal Karir Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Koster adalah seorang akademisi yang pernah mengajar di Universitas Tarumanegara, Jakarta.
Minatnya pada politik mulai berkembang ketika ia aktif dalam organisasi mahasiswa dan kepemudaan.
Pada tahun 2004, Koster memulai karir politiknya dengan menjadi anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Karirnya di DPR RI berlangsung selama tiga periode berturut-turut, yaitu 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2018.
Selama di DPR, Koster dikenal aktif dalam berbagai komisi yang berfokus pada pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.
Jabatan sebagai Gubernur Bali
Pada tahun 2018, I Wayan Koster terpilih sebagai Gubernur Bali, berpasangan dengan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) sebagai Wakil Gubernur.
Koster membawa visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang berarti menjaga kesucian dan keharmonisan Bali beserta isinya.
Selama masa kepemimpinannya, Koster berfokus pada pengembangan pariwisata berbasis budaya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dan peningkatan infrastruktur di Bali.
Salah satu kebijakannya yang terkenal adalah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di Bali, yang berdampak signifikan pada upaya pelestarian lingkungan. ***