BALIEXPRESS.ID - Kontestasi Pilkada di Kabupaten Karangasem diprediksi akan berlangsung sengit pada November 2024 mendatang.
Selain majunya calon independen sebagai penantang petahana, muncul poros ketiga Paket I Gusti Putu Parwata dan I Putu Pandu Prapanca (paket GP) yang diusung oleh Nasdem dan Golkar.
Walau demikian, Ketua Tim Pemenangan Dana-Swadi, I Wayan Suastika sesumbar pasangan Gede Dana-Nengah Swadi bisa menang.
Bahkan, pihaknya menargetkan kemenangan untuk pasangan bakal calon tersebut di atas 50 persen.
"Target kami 71 persen," tegasnya.
Angka 71 persen itu dipasang karena melihat jumlah kursi dari partai yang bergabung di paket Dana-Swadi. Di mana total terdapat 32 kursi dari 45 kursi yang ada di DPRD Karangasem.
Dalam hal ini, PDIP masih pemegang kursi terbanyak dengan 15 kursi, disusul Gerindra dengan 9 kursi.
Sedangkan delapan lainnya berasal dari Demokrat dengan enam kursi dan Hanura serta Perindo masing-masing satu kursi.
Lebih jauh, politisi peraih suara tertinggi di Pemilu Februari lalu itu mengaku untuk memenangkan paket Dana-Swadi sendiri minimal harus sudah mengunci 50 persen lebih jumlah suara.
Karena calon yang akan memperebutkan pucuk kepemimpinan di Pemkab Karangasem itu sebanyak tiga pasangan.
Jika melihat perolehan suara partai di Pemilu Februari lalu, PDIP berhasil meraih 90 ribu suara dari seluruh calonnya.
Kini jumlah tersebut diharapkan bertambah karena disokong oleh beberapa partai politik lainnya. ***
Editor : Y. Raharyo