BALIEXPRESS.ID- KPU Bangli memberikan perhatian khusus terhadap desa dan kelurahan dengan tingkat partisipasi pemilih terendah di masing-masing kecamatan pada Pemilu 2024.
KPU Bangli menggenjot sosialisasi agar pada Pilkada 27 November 2024, tingkat partisipasi pemilih dapat meningkat dan tidak lagi menjadi yang terendah.
Anggota KPU Bangli Made Surya Dharma Yudha pada Rabu (16/10/2024) memastikan bahwa pihaknya telah memetakan desa dan kelurahan dengan partisipasi terendah di setiap kecamatan.
Di Kecamatan Bangli, terdapat Kelurahan Kubu dengan partisipasi pemilih mencapai 80 persen.
Di Kecamatan Kintamani, Desa Kutuh tercatat partisipasi terendah dengan angka 77 persen, dan menjadikannya desa dengan tingkat partisipasi terendah di Kabupaten Bangli.
Sementara itu di Kecamatan Susut, Desa Selat dengan partisipasi di atas 80 persen menjadi yang terendah di kecamatan tersebut.
Kemudian di Kecamatan Tembuku, Desa Yangapi mencatat tingkat partisipasi sebesar 80 persen, juga menjadi yang terendah di wilayahnya.
“Desa dan kelurahan itu kami genjot supaya tingkat partisipasi memilih pilkada ini lebih meningkat,” kata Surya Dharma usai memberikan sosialisasi kepada masyarakat Yangapi yang dipusatkan di Banjar Metra.
Ia menjelaskan bahwa penyebab rendahnya partisipasi pemilih di setiap desa dan kelurahan berbeda-beda.
Sebagai contoh di Desa Yangapi, salah satu faktornya adalah banyaknya pemilih yang bekerja di luar negeri, sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya.
Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk menyalurkan hak pilih masih perlu ditingkatkan.
Surya Dharma menyebutkan, dari sekitar 7.200 pemilih di Desa Yangapi pada Pemilu 2024, sekitar 1.300 pemilih tidak menggunakan hak suaranya.
Hitung-hitungannya, tidak semua bekerja di luar negeri.
“Jadi secara garis besar bisa dibilang kesadarannya yang kurang, jadi perlu pendidikan pemilih yang lebih,” tegasnya.
Pada pilkada tahun ini, KPU Bangli menargetkan partisipasi pemilih di angka 85 persen. (*)
Editor : I Made Mertawan