Ditemui usai pencoblosan, Sugawa mengaku jika antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tergolong tinggi.
Menurutnya, demokrasi merupakan aset berharga yang harus dijaga. Menurutnya, proses demokrasi adalah bagian penting dalam membangun negara.
“Astungkara, kitab boleh berbeda pendapat berbeda pilihan, tetapi tetap menjaga kebersamaan, kekeluargaan, kesetaraan, sehingga perubahan yang kita ciptakan bisa terwujud.
Tidak hanya untuk saat ini, tetapi untuk cucu anak kita kedepan,” jelasnya.
Baca Juga: Pilkada Tabanan Memanas: Beberapa TPS Terancam Gelar Pemilihan Ulang Gegara Kejadian Ini
Sugawa pun berharap pihaknya mampu memenangkan kontestasi perhelatan Pilkada Buleleng 2024. “Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Buleleng. Astungkara pilihannya diberikan kepada 01, Sugawa-Suardana,” harapanya.
Sebagai kandidat, Sugawa berharap bisa meraih kemenangan yang elegan, kemenangan yang didasari atas proses keikhlasan oleh pemilih untuk mendapatkan perubahan yang diinginkan.
“Tentu kemenangan yang didapatkan dengan dasar yang elegan, sehingga bisa mendapatkan perubahan yang diharapkan,” sebutnya.
Baca Juga: Sinyal Bagi Timnas Indonesia, Rival di Piala AFF 2024 Menang dalam Laga Ujicoba Lawan Korea Selatan
Terpisah, Calon Wakil Bupati Buleleng, Nomor Urut 01, Dr. Gede Suardana menyalurkan hak suaranya di TPS 08 Desa Sambangan. Suardana mengaku optimis bisa memberikan yang terbaik untuk Buleleng.
“Kami optimis, pasangan kami bisa memberikan yang terbaik buat buleleng. Saya yakin, masyarakat menginginkan perubahan, terciptanya lapangan kerja di Buleleng, infrastruktur, adanya bandara, masyarakat Buleleng bisa bekerja di Buleleng, tidak lagi merantau keluar Buleleng,” harapnya.
Baca Juga: Koster Gawat Nih! De Gadjah Menang Telak di Kandang: Ini Raihan Suaranya
Suardana mengaku menginginkan pemerataan di Bali, sehingga mendapatkan kemajuan yang merata.
“Harapannya Bali Selatan, Bali Utara, Bali Timur yang Adil dan merata. Sehingga betul-betul terjadi pemerataan di Bali, dan mendapatkan kemajuan merata,” harapannya. (dik)
Editor : I Putu Mardika