BALIEXPRESS.ID – Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan bahwa Partai Golkar harus tetap menjadi suara rakyat dengan sikap yang kritis dan solutif terhadap setiap kebijakan pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya dalam arahannya pada Musda Partai Golkar Klungkung, Jumat (10/10/2025).
Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer ini menyatakan, Golkar di Klungkung harus mampu menjadi mitra pemerintah yang objektif. “Kalau program pemerintah baik, harus didukung. Tapi kalau ada yang dirasa kurang tepat, harus disuarakan. Tidak boleh diam,” tegasnya.
Menurutnya, partai politik sejatinya memiliki tugas utama mendengarkan aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya menjadi kebijakan nyata, baik melalui jalur pemerintahan maupun media massa. “Hakikat partai politik adalah turun ke bawah, mendengar suara masyarakat. Dari sanalah lahir kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Demer juga mengajak seluruh kader Golkar Klungkung untuk terus membuka diri dan memperkuat solidaritas partai. Ia menekankan bahwa Partai Golkar adalah milik bersama, sehingga siapa pun yang ingin berjuang bersama partai harus disambut dengan terbuka.
“Golkar harus inklusif. Siapa pun yang mau bergabung dan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat, kita terima dengan tangan terbuka,” katanya.
Terkait Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Klungkung, Demer berharap hasilnya benar-benar berorientasi pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, kata dia, simpati dan empati masyarakat terhadap Partai Golkar akan semakin kuat.
Selain itu, Demer juga menyinggung soal target politik menjelang Pemilu 2029. Ia menegaskan, setiap kecamatan di Klungkung harus mampu meraih suara maksimal. “Yang sudah punya basis suara harus dipertahankan. Tidak ada batasan bagi siapa pun yang ingin maju sebagai caleg. Nanti akan dilakukan survei untuk mengukur popularitas dan elektabilitas masing-masing calon,” ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian terhadap calon legislatif akan dilakukan secara objektif melalui rapat di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. “Semua punya kesempatan yang sama. Kita akan menilai siapa yang paling layak dan punya dukungan kuat dari masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana