Widiada Resmi Jadi Perbekel PAW Pengastulan, Sutjidra Tekankan Amanah dan Pelayanan

Dian Suryantini • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:51 WIB
Pelantikan Perbekel Antar Waktu (PAW) Desa Pengastulan oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Jumat (4/9/2026). (Ist)
Pelantikan Perbekel Antar Waktu (PAW) Desa Pengastulan oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Jumat (4/9/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Ketut Widiada resmi mengemban amanah sebagai Perbekel Antar Waktu (PAW) Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Ia dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Gedung Olahraga Desa Pengastulan, Jumat (4/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum dimulainya kepemimpinan Widiada untuk melanjutkan sisa masa jabatan Perbekel Desa Pengastulan periode 2026-2029.

Baca Juga: Jalan Diponegoro Ditata, Pemkab Buleleng Bidik Kebangkitan Kota Tua Singaraja

Prosesi berlangsung dengan disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Seririt, para Perbekel se-Kecamatan Seririt, perangkat desa, serta sejumlah warga Desa Pengastulan.

Usai pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara pelantikan, Sutjidra menyampaikan ucapan selamat kepada Ketut Widiada.

Ia berharap mandat yang diberikan melalui mekanisme PAW tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menjadi awal bagi penguatan pelayanan pemerintahan di Desa Pengastulan.

Baca Juga: Harga Kapas Anjlok, Petani Karangasem Beralih Tanam Jagung dan Kacang

Menurut Sutjidra, posisi perbekel memiliki tanggung jawab yang besar karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Terlebih, Pengastulan merupakan desa tua dengan wilayah dan karakter masyarakat yang cukup kompleks serta heterogen.“Jika PAW sekarang berhasil memimpin artinya luar biasa,” ujar Sutjidra.

Baca Juga: Truk Boks Oleng di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabrak Pohon hingga Terperosok ke Got

Ia meminta Widiada tidak melihat jabatan perbekel sebatas kedudukan administratif. Seorang kepala desa, kata dia, merupakan abdi negara di tingkat desa yang harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan maupun penyelesaian persoalan.

“Bagaimanapun sebagai abdi negara di desa, harus siap ngayah. Bukan mencari jabatan, harus terpatri jadi kepala desa harus siap layah, ngayah. Harus melayani masyarakat sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sutjidra juga mengingatkan Widiada bersama jajaran perangkat desa agar mampu mengelola pemerintahan secara efektif di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dana Desa yang tersedia harus diarahkan pada program yang benar-benar menjadi prioritas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menyebut, tantangan seorang Perbekel tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan.

Berbagai persoalan dan keluhan masyarakat di desa pada akhirnya akan bermuara kepada kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan.

“Memang berat tugas-tugas mekel, dimana bapak sebagai ujung tombak sudah barang tentu keluh kesah dan persoalan di desa yang kompleks tentu bapak yang dicari,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sutjidra juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng serta Camat Seririt memberikan pendampingan secara optimal kepada pemerintahan Desa Pengastulan.

Koordinasi dan komunikasi dinilai penting agar program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya yakin Pengastulan desa tua yang besar yang harus dikelola sebaik-baiknya. PMD dan Camat nanti bisa berikan pendampingan-pendampingan yang baik untuk kemajuan Desa Pengastulan,” ujarnya.

Sutjidra turut membuka ruang komunikasi bagi jajaran pemerintahan desa apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu membangun suasana pemerintahan yang terbuka, adil, dan dekat dengan masyarakat.

Menutup arahannya, Bupati berpesan agar Ketut Widiada menjalankan sisa masa jabatan dengan sebaik-baiknya.

Nilai ngayah dan menyama braya diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan serta membangun Desa Pengastulan ke depan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
perbekel pengastulan bupati buleleng Nyoman Sutjidra