BALIEXPRESS.ID- Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai diperhitungkan meski tergolong sebagai partai baru.
Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026), sekaligus menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI di hadapan publik.
Jokowi mengatakan usia PSI yang relatif muda bukan alasan bagi partai tersebut untuk dipandang sebelah mata.
Baca Juga: Pujawali Pura Maha Widya Mandira, Topeng Gajah Mada Masolah, Rektor UNHI: Inspirasi Kepemimpinan
Menurut dia, perkembangan PSI justru mulai membuat sejumlah pihak merasa khawatir.
”Karena meski pun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” kata Jokowi.
Dia kemudian meminta kader PSI tidak berkecil hati dengan status sebagai partai baru. Jokowi mendorong kader terus membangun organisasi karena meyakini PSI dapat tumbuh menjadi partai besar.
Baca Juga: Sempat Hilang di Tanjung Mebulu Pecatu, WNA Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing
”Wong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meski pun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” ujarnya.
Persoalan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold juga disinggung Jokowi.
Baca Juga: PDIP Bali Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama Tujuh Hari untuk Guruh Soekarnoputra
Ia meminta kader tidak menjadikan besaran ambang batas sebagai alasan untuk mencemaskan masa depan partai.
” Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah,” tegasnya,” tegasnya.
Bagi Jokowi, yang lebih penting adalah kerja nyata kader dan keberadaan struktur partai yang aktif.
Struktur tersebut, kata dia, harus hidup dan bekerja di tengah masyarakat agar PSI terus berkembang.
Jokowi juga menekankan agar kader tidak hanya berorientasi pada target lolos ke parlemen.
Ia meminta seluruh kader membangun keyakinan terhadap target yang lebih besar bagi PSI.
”Kita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,” ucap dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut kehadiran Jokowi di dalam PSI menjadi momentum penting bagi partainya.
Ia menilai bergabungnya Jokowi semakin mendorong optimisme PSI menghadapi Pemilu 2029.
”Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI. Kita semakin optimis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan
Sumber : jawapos.com