Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali United vs Arema, Semangat Bangkit Lawan Juru Kunci

I Putu Suyatra • Jumat, 18 Mei 2018 | 17:11 WIB
Bali United vs Arema, Semangat Bangkit Lawan Juru Kunci
Bali United vs Arema, Semangat Bangkit Lawan Juru Kunci



BALI EXPRESS, DENPASAR - Setelah menelan tiga kekalahan secara beruntun, Tim Bali United mau tidak mau harus bangkit. Pembuktian itu akan dibuktikan para Serdadu Tridatu pada laga penting yang akan berlangsung Jumat malam nanti (18/5) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Namun lawan kali ini cukup berat bagi tim tuan rumah, Bali United. Karena harus menjamu Arema FC.


Jika dilihat dari pencapaian yang diraih kedua tim selama mengarungi Liga 1 2018, kedua tim belum bisa menunjukan ‘taringnya’ sebagai tim tangguh. Bali United yang musim lalu mendapat posisi runner-up kini terbenam di peringkat 12 dengan torehan 9 poin saja. Sementara Arema FC baru mengumpulkan tiga poin lebih sedikit berada di posisi juru kunci. Sehingga dalam laga lanjutan pekan ke-9 ini, Bali united punya misi ‘semangat Puputan’ untuk mengejar hasil baik demi bangkit dari keterpurukan.



Terkait hal tersebut, pelatih kepala Bali United, Widodo C. Putro meyakinkan diri jika para pemain Bali United sudah siap menghadapi Arema FC. “Kita sudah mempersiapkan tim melawan arema. Kami juga sudah siapkan para pemain dalam setiap latihan,” pungkasnya dihadapan awak media saat pre-match press conference Kamis siang (17/5).


Dalam pertandingan malam nanti, Widodo memastikan juga kalau ada beberapa pemain yang bakal absen. Seperti diantaranya Hanis Sagara Putra akibat cedera dan Yabes Roni yang masih melihat perkembangannya. Selain itu, kiper Bali United, Kadek Wardana pun tidak bisa diturunkan karena tengah mengikuti kepelatihan lisensi AFC.   



“Pastinya kita harapkan, agar para pemain lain bisa bermain dan tampil baik menghadapi Arema FC.  Dan kami tau Arema ini juga memiliki para pemain yang bagus dan secara tim sangat berpengalaman juga. Namun kami tidak ingin menyerah. Kami bertekat untuk memenangkan pertandingan. Karena ini kandang kami,” kata pelatih asal Cilacap tersebut.


 


Sementara itu, disinggung tentang strategi yang nantinya akan diterapkan saat melawan Arema FC, setelah berkaca dari kebobolan Bali United 3-1 saat melawan Mitra Kukar pekan lalu, Widodo menuturkan jika dirinya tidak memprioritaskan jumlah kebobolan. Akan tetapi yang jadi fokus penilaiannya adalah bagaimana performa dalam tubuh tim. Dirinya mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai evaluasi setelah beberapa pertandingan. Ia pun menyebut bila laga malam nanti merupakan kesempatan dan momentum untuk menerapkan hasil dari berbagai evaluasi yang telah dilakukan.



Karena ia menilai, dibeberapa pertandingan dan pada saat latihan sebelum, performa yang diperlihatkan anak-anak asuhnya tersebut sudah menunjukan hal positif. Mereka memperlihatkan semangat, bekerja keras, dan rasa percaya diri.


 


“Strategi nggak bisa lihat dari kebobolan. Tapi strategi itu dilihat dari menit awal performa tim sampai akhir pertandingan. Kami sudah mengevaluasi dari beberapa pertangingan terakhir dan di pertandingan nanti ini lah yang kita perbaiki dari hasil evalusi. Kami yakin para pemain akan menunjukan itu, mudah-mudahan para pemain bisa tampil baik, pantang menyerah, dan berjuang Puputan,” jelasnya.


Ketika ditanya tentang hal apa saja yang ditekankan kepada pemain setelah kekalahan beruntun yang dialami tim Bali United, Widodo dengan tegas menuturkan jika tentunya tugas seorang pelatih bukan hanya sekedar melatih, akan tetapi menjadi seorang motivator, seorang bapak atau teman untuk bisa membangkitkan semangat.


Widodo juga tidak memungkiri, jika tim Bali United belum meraih hasil maksimal, akan tetapi tugasnya sebagai juru taktik ini tetap memiliki tugas untuk memotivasi para pemain agar bisa meraih hasil maksimal. Lebih dari itu, dirinya menuturkan, agar kedalaman tim antar masing-masing individu juga harus paham dan mengerti dengan keadaan tim saat ini.



Bagaimana caranya untuk bisa menang, bukan hanya soal taktik strategi permainan, akan tetap kebersamaan yang paling utama. “Kerja sama tim yang paling penting. Saling kordinasi. Kami semua merasa optimis, untuk pertandingan nanti. Percaya diri adalah sebuah motivasi untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.


Terkait jam pertandingan yang cukup berbeda di Bulan Ramadhan, Widodo mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Kami harus menyesuaikan karena operator kompetisi sudah menetapkan waktu kick off. Kami juga sudah melakukan adaptasi saat beberapa hari lalu kami melakukan sesi latihan malam hari," tutup Widodo.


 

Editor : I Putu Suyatra
#bali united