JAYAPURA, BALI EXPRESS - Jika saja I Gusti Ngurah Diva Ismayana tak terjatuh di pertengahan race, mungkin saja beda cerita pengalungan medali di atas podium PON XX/2021 cabor motokros. Kroser Bali ini hanya meraih medali perak di nomor 250cc perorangan usia 17 tahun ke atas yang digelar di Sirkuit Freegebb Waninggap Sai Cau Tak, Kabupaten Merauke, Sabtu (9/10).
“Di atas lintasan saya sempat terjatuh di menit antara 15 atau 17 dari sistem balapan yakni 30 menit plus dua lap berpacu,” ungkap Diva Ismayana saat dihubungi dari Jayapura.
Sementara untuk medali emas diraih rival beratnya Delfintor dari DKI Jakarta. Sedangkan untuk medali perunggu menjadi milik kroser Papua Yosua Pattipi.
Diakuinya, sebenarnya dirinya sama Delfintor di atas lintasan sudah beberapa kali saling salip namun ketika hendak saatnya melewati Delfintor lagi, tiba-tiba roda depan tunggangannya menancap di pasir sehingga terpeleset dan terjatuh. “Tapi saya sigap saat terjatuh dan langsung berdiri. Hanya saja tetap saja jarak semakin tertiggal dari Delfintor. Memang selama ini saya dan Delfintor di event-event nasional selalu saling bergantian juara. Jadi secara kualitas saya dan Delfintor sama hanya faktor keberuntungan saja yang menjadi penentu,” beber Diva Ismayana.
Meski meraih perak, Diva Ismayana tak merasa kecewa dan tetap mensyukuri raihan medali itu. Sedangkan di nomor beregu bersama kroser lainnya I Putu Aditya Permana, Bali menempati ranking IV.
Editor : Nyoman Suarna