Jojo tampil lebih dulu dengan mengalahkan pebulu tangkis Belanda, Mark Caljouw dengan rubber game 21-13, 22-24, 21-10 yang berlangsung selama 59 menit.
“Di gim pertama saya bisa menguasai pertandingan karena lawan mainnya lebih santai. Lalu di gim ketiga saya bisa lebih tenang dan sabar,” kata Jojo soal keunggulannya, menurut keterangan resmi PP PBSI di Jakarta.
Pada gim kedua, Jojo menghadapi situasi menegangkan karena Mark mampu mengakali strateginya dan tampil cukup agresif. Ia mengaku agak terpancing emosinya dengan provokasi permainan lawan.
“Maunya menyerang terus tapi dia sudah antisipasi dengan menjaganya agak di belakang. Makanya dia mudah membalikkan bola saya. Itu mungkin memang strategi dia,” ujarnya.
Selain itu, Jojo menilai kondisi lapangan turnamen Japan Open tahun ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Oleh sebab itu ia mengaku agak kesulitan dalam mengontrol pukulan saat menghadapi pebulu tangkis peringkat ke-27 itu.
Hasil yang tak kalah menggembirakan juga diciptakan Chico, yang menundukkan pemain tuan rumah, sekaligus peringkat dua dunia Kento Momota. Chico unggul dua gim langsung 21-15, 22-20 atas Momota, sehingga menambah rekor pertemuannya menjadi unggul 2-0.
Chico mengaku begitu bersemangat saat masuk ke lapangan dan kembali bertemu dengan Momota. Perjumpaannya dengan Momota menjadi motivasi tersendiri agar bisa tampil terbaik dan menghasilkan kemenangan pada babak 32 besar turnamen level BWF Super 750 ini.
“Tadi (kemarin) saya coba buat main lebih berani terutama saat poin-poin kritis di mana saya tertinggal 17-20. Momota malah temponya menurun, lalu saya coba ambil kesempatan itu,” ungkap Chico.
Sukses melalui babak pertama dengan mengalahkan salah satu pebulu tangkis terbaik di dunia saat ini, menambah semangat Chico untuk tampil prima pada babak selanjutnya. (jpg/wan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya