Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tertatih Lakoni Liga Premier, FSG Bersiap Lepas Liverpool

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 10 November 2022 | 20:23 WIB
MENYAPA : Para pemain dan staff Liverpool menyapa suporter. Ist
MENYAPA : Para pemain dan staff Liverpool menyapa suporter. Ist
JAKARTA, BALI EXPRESS- Sudah 12 tahun Fenway Sports Group (FSG) memegang kendali di Liverpool FC (LFC). Selama itu pula, FSG sukses mengantarkan LFC dari awalnya raksasa tidur kembali sebagai penguasa di Premier League maupun Liga Champions dalam periode 2018-2020.

Musim ini, tepat sebulan setelah anniversary 12 tahun FSG, turbulensi datang menyambangi AXA Training Centre-markas latihan LFC. Indikatornya terlihat di Premier League. LFC terseok-seok di peringkat kedelapan hingga 13 matchweek. Awal musim terendah sepanjang era FSG.

Situasinya menjadi runyam setelah muncul pernyataan yang mengejutkan dari FSG Selasa (8/11) WIB. Konglomerasi asal Amerika Serikat milik John W. Henry dan Tom Werner itu siap melepas kepemilikan LFC. Akuisisi Chelsea oleh investor AS Todd Boehly musim lalu punya andil sebagai salah satu pemantiknya. FSG mendapatkan pertanyaan dari investor yang berniat mengakuisisi klub sepakbola di Premier League.

Laporan The Athletic menyebut, dua bank terbesar di AS, Goldman Sachs dan Morgan Stanley, diklaim sudah mendapat mandat dari investor yang masih dirahasiakan namanya itu untuk membantu proses akuisisi tersebut.

“Kami sudah mengatakan sebelumnya, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan, kami akan mempertimbangkan adanya pemegang saham baru demi kepentingan terbaik LFC sebagai sebuah klub sepakbola,” begitu FSG dalam pernyataan resmi mereka.

Pernyataan FSG cukup mengejutkan mengingat mereka seperti sulit tergantikan lantaran serius membangun LFC selama 12 tahun terakhir. Seperti mengubah wajah Anfield Stadium sehingga sejajar dengan stadion-stadion elite di Premier League.

Nominal hampir GBP 250 juta (Rp 4,48 triliun) digelontorkan FSG dalam pengembangan infrastruktur klub. Seperti GBP 110 juta (Rp 1,97 triliun) untuk ekspansi tribun Anfield sehingga mencapai 61 ribu kursi dari saat ini 53,5 ribu kursi.

Selain itu, FSG sudah menghabiskan anggaran GBP 50 juta (Rp 896,1 miliar) untuk memindahkan kamp latihan dari Melwood ke Kirby.

Pengembangan yang dilakukan FSG itu diyakini menjadikan nilai jual LFC saat ini berada di kisaran GBP 3,6 miliar (Rp 64,5 triliun) seperti penilaian Forbes. Angka itu memang di bawah nilai kesepakatan yang dicapai Boehly dengan Chelsea, yakni GBP 4,25 miliar (Rp 76,1 triliun).

Namun, melihat prestasi di luar dan di dalam lapangan yang dicatatkan LFC, angkanya bisa bertambah hingga GBP 5 miliar (Rp 89,6 triliun). The Guardian sampai menyebut LFC sebagai brand sepak bola bernilai permata.

“Mereka (LFC) adalah salah satu klub warisan besar di salah satu liga terpopuler dan tersukses dari sisi komersial di dunia. Kesempatan seperti ini tidak sering terjadi, kata konsultan pemasaran brand olahraga Tim Crow.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Lepas Kepemilikan Liverpool #FSG #liga inggris