Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengkot ESI Denpasar I Nyoman Adikarya Nugraha, Kamis (9/2). “Ya dipastikan ada 5 divisi games yang dipertandingkan dan games tersebut memang kategori yang sering dipertandingkan tingkat provinsi maupun nasional untuk jenjang prestasi,” ujar Adikarya.
Lantas bagaimana untuk peserta? mengingat ini khusus untuk kalangan pelajar, Adikarya mengungkapkan, sekolah yang ikut ambil bagian yakni siswa SMP maupun SMA di Kota Denpasar, namun tak bisa sembarangan ikut karena minimal sekolahnya harus mengikuti minimal 3 dari 5 divisi games tersebut.
“Muaranya atau para juara selain untuk menuju tingkat Porjar Provinsi, juga proyeksi di ajang Denpasar Gaming League (DGL) pada April nanti. Karena di DGL itu juga dipertandingkan tingkat pelajar,” serunya.
Adikarya juga mengatakan Esport di Porjar ini telah mendapat respon positif oleh kalangan guru. Bahkan saat sosialisasi yang dilakukan belum lama ini di salah satu Universitas di Denpasar, ada 170 guru yang hadir.
“Ini menandakan Esport telah mendapat tempat di kalangan pelajar. Bukan hanya sekadar main games belaka atau membuang-buang waktu, namun ada sisi prestasi yang ditonjolkan dan itu berpengaruh ke siswa itu nantinya ke depan. Misalnya beasiswa dan lain sebagainya,” beber Adikarya.
Bahkan kata Adikarya, atlet Porprov maupun PON lahirnya lewat ajang seperti ini, salah satunya pembibitan dan penjaringan di kejuaraan level pelajar.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya