Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Olahraga Padel ; Lahir Berkat Jasa Antar Sahabat, Perpaduan Tenis dan Skuas

I Dewa Made Krisna Pradipta • Kamis, 17 Agustus 2023 | 01:45 WIB

 

EKSIS : Olahraga Padel kini makin berkembang pesat di dunia, maupun Indonesia. Sebelumnya Bali Padel Academy telah beraduensi dengan KONI Bali terkait eksistensi olahraga ini di Bali.
EKSIS : Olahraga Padel kini makin berkembang pesat di dunia, maupun Indonesia. Sebelumnya Bali Padel Academy telah beraduensi dengan KONI Bali terkait eksistensi olahraga ini di Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS – Olahraga Padel belakangan naik daun. Apalagi beberapa nama terkenal menjadi brand ambassadornya, sebut saja seperti Cristiano Ronaldo. Lantas, bagaimana Sejarah dan perkembangan olahraga Padel itu sendiri?

 


Dilansir dari berbagai sumber, secara kasat mata, Padel memadukan antara tenis dan skuas sehingga aturan, cara main, dan alat pemukulnya sedikit mirip dengan dua olahraga tersebut. Padel awalnya dikembangkan sebagai olahraga rekreasi, namun lambat laun berkembang menjadi olahraga prestasi dan terdapat ranking dunia yang digelar.  

 



Dikutip dari padel.ac, olahraga ini pertama kali ditemukan oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko pada tahun 1969. Saat itu, Enrique Corcuera yang memiliki lapangan di rumahnya mencoba ‘mengutak-atik’ permainan skuas dengan memadukan elemen tenis. Lalu lahirlah Paddle Corcuera. Singkat cerita, Enrique Corcuera kemudian mengajak teman-temannya untuk menjajal padel di rumahnya dan salah satu yang datang adalah Alfonso of Hohenlohe-Langenburg asal Spanyol.



Lima tahun berselang, Alfonso kemudian memutuskan kembali ke Spanyol dan membawa temuan sahabatnya itu lalu mendirikan dua lapangan Padel di daerah Marbella dan melakukan modifikasi agar Padel lebih kompetitif. Dari Marbella, popularitas Padel terus meningkat di Spanyol bahkan kian mendunia setelah banyak orang dari berbagai negara ikut mengimpornya.

 

Salah satunya adalah Julio Menditeguy asal Argentina yang mengimpor Padel ke negaranya pada tahun 1975 setelah memainkannya di klub tenis milik Alfonso di Marbella.



Perkembangan padel sebagai cabor memasuki babak baru pada 12 Juli 1991 saat Federacion Internacional de Padel (FIP) didirikan di Madrid, Spanyol. Melalui FIP inilah, padel bertransformasi menjadi cabor yang lebih serius. Bahkan kejuaraan internasional yang jadi cikal bakal Padel Pro Tour pun mulai digulirkan.

 

Padel kini telah memasuki era profesional dengan terselenggaranya World Padel Series pada tahun 2013. Bahkan Padel sudah memiliki peringkat dunia seperti halnya tenis maupun skuas.



Cara Memainkan Padel



Seperti yang sudah disebutkan, Padel merupakan perpaduan tenis dan skuas. Wajar jika ada aturan, alat, hingga cara mainnya yang 11-12 dengan tenis maupun skuas. Padel dimainkan di atas lapangan persegi panjang dengan ukuran 10x20 meter atau sekitar 25 persen lebih kecil dari lapangan tenis.

 

Pertandingan ganda menggunakan seluruh permukaan lapangan sedangkan laga tunggal hanya menggunakan sekitar separuhnya, yakni 6x20 meter.



Yang unik, lapangan Padel dikelilingi panel kaca dengan tinggi bervariasi yang bisa digunakan untuk memantulkan bola layaknya permainan skuas. Bedanya, pemain bakal saling berhadapan dan dipisahkan net dengan tinggi maksimal 88 cm di bagian tengah.

 

Sama seperti tenis maupun skuas, permainan Padel juga menggunakan raket dan bola.



Raket yang digunakan untuk padel tidak menggunakan senar sehingga lebih mirip dengan bet tenis meja tetapi dengan ukuran yang lebih besar dan lubang-lubang kecil di permukaan. Sedangkan bola yang dipakai juga memiliki ketentuan khusus meski bentuk dan warnanya sangat mirip dengan bola tenis. Sistem skor Padel juga mirip dengan tenis mulai dari poin yang dipakai yakni 0-15-30,40 termasuk sistem deuce (baca ; jus).



Ketentuan game (berlomba menuju angka enam dan melalui tie break jika imbang 6-6) hingga ketentuan set (butuh dua set untuk memenangi laga) pun sama persis. Sedangkan untuk cara bermain, intinya adalah pemain harus mengembalikan bola ke area lawan dengan syarat bola tak boleh memantul dua kali ke permukaan lapangan sendiri.



Perkembangan Padel di Indonesia Dimulai di Bali



Olahraga Padel memang termasuk baru, namun perkembangannya bisa dikatakan sangat pesat. Di Indonesia, Padel justru berkembang pertama kali di Bali dengan pemrakarsanya Bali Padel Academy. Bahkan sekarang ini di Bali sudah ada 7 klub padel yang sudah ada dan tersebar seperti di Canggu, Pererenan, Kuta, Nusa Dua, Uluwatu, Sanur, dan Ubud hingga tahun 2023 ini.



Menurut Operations managers Bali Padel Academy, Nasser Attamimy, Bali Padel Academy bahkan telah melakukan audiensi ke KONI Bali sebagai langkah awal dalam menyampaikan eksistensi Padel di Bali.

 

“Jadi sifatnya mengenalkan olahraga Padel itu sekaligus itu langkah awal kami menuju perkembangan kedepannya termasuk jika nanti padel ada Pengprovnya maka KONI Bali sudah tahu sejak awal soal olahraga padel ini,” ungkap Nasser.



Kata Nasser, kini Padel mulai berkembang di Indonesia dan sudah ada pengurus pusatnya. Pihaknya berkeinginan Padel bisa dikenal lebih luas dan suatu saat bisa menjadi bagian cabang olahraga yang dipertandingkan dalam hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON). (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #olahraga #padel #sejarah #perpaduan #cristano ronaldo