Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bakti Negara Ranting Taman Sari Buleleng Raih 12 Medali pada Kejuaraan IPSI Championship 2023

I Dewa Gede Rastana • Senin, 28 Agustus 2023 | 03:49 WIB
Sebanyak 673 orang untuk atlet putra dan 485 orang atlet putri dari 9 Kabupaten/Kota se-Bali termasuk luar pulau Bali, mengikuti Kejuaraan Silat Bakti Negara (BN).
Sebanyak 673 orang untuk atlet putra dan 485 orang atlet putri dari 9 Kabupaten/Kota se-Bali termasuk luar pulau Bali, mengikuti Kejuaraan Silat Bakti Negara (BN).
DENPASAR, BALI EXPRESS - Sebanyak 673 orang untuk atlet putra dan 485 orang atlet putri dari 9 Kabupaten/Kota se-Bali termasuk luar pulau Bali, mengikuti Kejuaraan Silat Bakti Negara (BN) yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Bali bertempat di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali. 
 
Adapun tujuan dari acara ini adalah agar dapat menanamkan kepada anak-anak tentang kecintaan terhadap olahraga bela diri asli Indonesia serta melestarikannya.
 
 
Dalam gelaran tahunan tersebut terdapat beberapa kategori yang dipertandingkan diantaranya laga atau tanding, seni tunggal, seni solo kreatif dan seni beregu jurus.
 
Baca Juga: Pencak Silat Depok Sruti, Tarian Sakral Hadiah Raden Mas Mekober
 
 
Salah satu Ranting BN yang ikut bertanding pada IPSI Championship 2023 adalah Ranting Taman Sari (TS) yang berasal dari kota Singaraja, kabupaten Buleleng, Bali. 
 
 
Ditemui di sela-sela pertandingan Wayan Ismana mengungkapkan bahwa  dikejuaaran tersebut menurunkan 13 pesilat diantaranya tujuh putra dan enam putri di setiap kategori yang di tandingkan.
 
“Untuk emasnya  kita dapat empat dalam kategori tanding usia dini, pra usia dini dan remaja, kalau peraknya dapat  lima dari usia pra remaja dan  usia remaja dan perunggu kitra dapat tiga dari usia remaja dan dewasa, jadi dari tiga belas orang yang kita daftarkan untuk bertanding  hanya satu yang kalah," paparnya. 
 
Sedangkan untuk pembiayaan, mulai dari pendaftaran, tempat mereka menginap dan akomodasi lainnya.
 
Ia mengatakan menggunakan dana khas minim yang didapat dari kumpul sukarela para orang tua anak-anak didiknya, dari sekolah mereka masing-masing jika diberikan dan kurang lebihnya pelatih coba untuk mengusahakan.
 
 
 
“Kami bersyukur walaupun dana terbatas, kita semua tetap semangat untuk meraih hasil yang terbaik, prinsip kami disini agar anak-anak yang berpotensi bisa mengikuti event serta tidak kecewa karena terbentur dana. Selama ini biasanya saya sebagai pelatih rembug dengan orang tua mereka, dan mencarikan dana kesekolah. Saya berharap untuk anak-anak ranting TS harus giat berlatih dan bisa berjaya di kejuaraan selanjutnya, satu lagi semoga orang-orang yang mempunyai besik seni dibidang pencak silat, marilah kita bangkitkan ranting ini bersama-sama, " bebernya. 
 
 
Baca Juga: Tabrak Truk, Guru SMPN 1 Susut Pelatih Pencak Silat Berprestasi Meninggal
 
 
Pelatih yang akrab di panggil Pak Otong ini pun menambahkan, jika sejatinya ada kabar duka yang mengiringi perjalanan mereka bertanding. Dimana orang yang selalu mensupport dan memberikan perhatian kepada rantingnya telah meninggal dunia. Beliau adalah Ketua DPC BN Kabupaten Buleleng.
 
 
“Turut berduka cinta atas meninggalnya bapak Jero Sanjaya yang selama ini telah membantu  bangkitnya ranting TS pada tahun 2016 karena kegigihan, rasa solidaritas dan loyalitas beliau banyak membantu sampai detik ini. Kami selaku pelatih bnyak mendapat dukungan motivasi serta materiil seperti pakaian dan alat untuk berlatih, seandainya beliau masih ada mungkin tidak susah masalah dana, beliau juga banyak membantu ranting BN se-kabupaten Buleleng khususnya TS. Untuk mengenang dan memberikan penghormatan terakhir, kami persembahkan medali ini untuk bapak Jero, " sambungnya. 
 
Untuk kita ketahui bersama jika Pencak Silat BN ranting TS sudah berdiri sejak tahun 1978 atau empat puluh lima tahun yang lalu beralamat di jalan  Pulau Selayar, namun sempat vakum lalu bangkit kembali  pada tahun 2016  sampai hari ini dan dikelola oleh dua orang pelatih pasangan suami istri yang bernama Wayan Ismana  dan Nengah Sari. 
 
Wantilan Pura Taman Sari adalah tempat Home Base mereka untuk berlatih setiap hari, selama masa vakum dan aktif kembali sudah banyak kejuaraan yang telah mereka ikuti salah satunya kejuaaran di jawa timur, kejuaraan antar perguruan baik itu Gubernur Cup, Kejurda, Porda, Porprov dan kejuaraan lainnya.
 
Untuk masyarakat yang ingin bergabung dan berlatih di ranting TS cukup dengan cara datang kelokasi mendaftar, mengisi formulir data-data diri dan membayar uang setiap hadir latihan sebesar Rp5.000 yang nantinya akan digunakan untuk membeli alat-alat latihan serta memperbaiki fasilitas yang sudah ada.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #kejuaraan #pencak silat #atlet