Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buntut Rasisme di Sepakbola Indonesia, Pelatih Bali United Ingatkan Pentingnya Sikap Bijak dalam Mengkritik

I Dewa Made Krisna Pradipta • Rabu, 6 September 2023 | 17:03 WIB
Pelatih Bali United Stefano
Pelatih Bali United Stefano

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kejadian rasis yang menimpa bek Persebaya, Yohanes Kandaimu, masih menjadi sorotan dalam dunia sepakbola Indonesia.

Pemain asal Papua ini menjadi korban rasisme dari pendukung Persebaya sendiri saat ia melakukan gol bunuh diri dalam pertandingan melawan Borneo FC di pekan ke-11 lalu.

Kejadian ini segera menjadi viral di media sosial, dan kabarnya Persebaya berencana untuk mengambil tindakan hukum terhadap oknum yang terlibat.

Walaupun oknum tersebut, yang menggunakan akun @r_verde12 di Instagram, akhirnya meminta maaf dan bertemu dengan Yohanes Kandaimu, rasisme tetap tidak dapat diterima dalam sepakbola atau dalam masyarakat pada umumnya.

Kejadian ini juga mengingatkan kita pada insiden yang menimpa Rachmat Irianto pada tahun lalu.

Rachmat Irianto menerima kritik yang berujung pada teror dan tuduhan kepada keluarganya, yang pada akhirnya membuatnya meninggalkan timnya, Persib Bandung.

Insiden ini seharusnya menjadi pelajaran tentang bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan memberikan kritik yang membangun, terutama terhadap klub sepakbola.

Tidak hanya Persebaya yang merespons dengan serius terhadap masalah rasisme ini.

Pelatih Bali United, Stefano 'Teco' Cugurra, juga angkat suara.

Teco menyatakan bahwa ia tidak ingin melihat lagi tindakan rasisme dalam sepakbola Indonesia. Baginya, tindakan yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut sudah melewati batas, bukan hanya sekadar kritik, tetapi juga mencemooh dan bersifat rasialis.

Terlebih lagi, isu rasisme bukanlah hal yang baru, tetapi sering terjadi. Ia sangat berharap agar kejadian seperti ini tidak akan terulang.

Teco juga mengaitkan masalah ini dengan tragedi Kanjuruhan tahun lalu, yang membuat seluruh komunitas sepakbola Indonesia harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menyikapi situasi ini.

Pelatih tersebut berharap bahwa seluruh suporter di Indonesia, tanpa terkecuali, dapat bersikap bijak dalam menghadapi semua situasi dalam dunia sepakbola.

Ini termasuk dalam mendukung tim yang sedang mengalami masa sulit atau dalam keadaan bagus karena terus memenangkan pertandingan.

Teco menekankan pentingnya dukungan suporter untuk pemain di lapangan.

"Suporter seharusnya dapat datang ke stadion untuk menikmati pertandingan secara bijak. Setelah pertandingan, semua suporter juga harus kembali ke rumah dengan aman dan selamat," tegasnya.

Teco sendiri telah menjadi salah satu sasaran kritik dari beberapa penggemar Bali United selama beberapa waktu.

Namun, pelatih asal Brasil ini telah memilih untuk tidak merespons kritik yang ditujukan padanya.

Masalah rasisme dalam sepakbola adalah peringatan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa sepakbola Indonesia, serta seluruh komunitasnya, dapat menjadi lebih inklusif dan menghormati hak asasi manusia.

Editor : I Putu Suyatra
#sepakbola #rasisme #bali united #indonesia #stefano cugurra #persebaya