BALIEXPRESS.ID - Atlet panahan putra PON Bali RM. Gusti Fazli Kertinegoro menyumbang medali perak setelah kalah di babak final divisi Individu Recurve Putra di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu 14 September 2024. Padahal, pemanah berusia 17 tahun itu diproyeksikan meraih medali emas.
Menurut Sekretaris Umum Pengprov Perpani Bali yang juga salah seorang pelatih Tim Panahan PON Bali, Infithar Fajar Putra, Gusti Fazli yang merupakan siswa SMA Primagama dan dari klub panahan Bali Archery School (BAS) kalah dari pemanah Jawa Barat, Ahmad Khoirul Basith. Kata dia, faktor angin menjadi kendala di babak final tersebut.
"Kami bukan bermaksud mencari kambing hitam karena Gusti Fazli meraih medali perak dan bukan medali emas, namun memang kondisinya angin seperti itu. Jadi saat Ahmad Khoirul Basith melakukan shooting saat itu angin tidak begitu besar sebaliknya saat Gusti Fazli shooting maah anginnya cukup kencang. Akibatnya, anak panah Gusti Fazli melaju tidak bagus," tutur Infithar Fajar Putra.
Persaingan keduanya saat final memang sangat ketat. Awalnya Gusti Fazli ketinggalan lebih dulu 0-2 selanjutnya Gusti Fazli mengejar menjadi 2-2 selanjutnya Gusti Fazli unggul 4-2 tapi kembali disusul menjadi 4-4 dan kondisi angin memaksa Gusti kalah dengan skor 4-6.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena itu sudah kehendak alam dan Gusti Fazli memang kurang beruntung. Tapi perjuangan saat bertanding bukan main luar biasa ditunjukkan Gusti Fazli," terangnya.
Menariknya, Basith merupakan atlet panahan penghuni Pelatnas Panahan tahun 2023 dan pernah dikalahkan Gusti Fazli saat Kejurnas Junior Panahan tahun 2022 di Yogyakarta silam dengan skor telah Gusti Fazli menang 6 – 0.
"Tapi ini pencapaian yang sudah bagus meski ada kendala alam. Ke depannya setidaknya bisa akan lebih meningkatkan prestasi bagus bagi Gusti. Semoga di nomor lainnya akan pecah medali emas PON 2024, dan medali perak menjadi motivasi para pemanah Bali lainnya yang belum bertanding," pungkas Fajar Putra. ***
Editor : Y. Raharyo