BALIEXPRESS.ID - Perjuangan tim Mobile Legend PON Bali kandas di babak final.
Meski sempat berada di lower bracket, namun Ricky dkk berhasil melaju ke babak final.
Sayangnya, di partai puncak Bali kandas oleh tuan rumah Sumatera Utara.
Baca Juga: Selama BIAS 2024, Konsumsi Avtur di Bali Diperkirakan Naik 4 Persen
Menggunakan format Best of 5, Bali tertinggal lebih dulu dari tuan rumah Sumatera Utara lewat pertandingan sengit.
Berlanjut ke game yang kedua, tuan rumah unggul dalam pemilihan hero.
Bahkan Bali dibuat tak berdaya karena strategi yang diterapkan Sumatera Utara berhasil meredam anak-anak Bali.
Di game ketiga, sebenarnya Sumatera Utara hanya butuh kemenangan untuk memastikan medali emas.
Namun, semangat Puputan player Bali berhasil membalikkan permainan sehingga game ketiga menjadi milik Pulau Dewata dengan poin kill 22 berbanding 18.
Namun di game keempat, Bali tak bisa berkutik karena pemilihan hero yang dilakukan Sumatera Utara lebih tepat.
Baca Juga: Koster Sebut Pengundian Nomor Urut di KPU Bali Tanpa Bawa Massa, Fokus Kampanye di Udara dan Darat
Sehingga, Ricky dkk babak belur di sesi ini dengan poin kill 3 berbanding 18.
Sementara di cabor berbeda, atletik kembali menyumbang medali emas di nomor lari estafet 4x100 putri.
Adapun penyumbang medali emas itu yakni Dewi Agung Kurniayanti, Ni Putu Ritna Yanti, Ni Luh Mitayuni, dan Ni Ketut Cita.
Baca Juga: Koster Tegaskan Paslon PDIP Harus Menang di Bali, Anggota Dewan yang Kalah di Desanya akan di-PAW
Sebelumnya atletik Bali sudah mengemas 2 emas lewat Maria Natalia Londa di nomor lompat jauh dan lompat jangkit. (dip)
Editor : Wiwin Meliana