BALIEXPRESS.ID - Miliano Jonathans, pemain sayap kanan dan gelandang serang keturunan Indonesia yang saat ini bermain untuk Vitesse Arnhem, Belanda, mencatatkan statistik yang mengesankan di musim 2024/2025.
Dalam wawancara dengan Yussa Nugraha di kanal Youtube, Miliano mengaku terbuka untuk dinaturalisasi jika ada tawaran dari PSSI.
"Itu kehormatan besar. Tentunya aku nggak menutup pintu untuk itu," ucapnya.
Namun, dia menegaskan, untuk memutuskan apakah menjadi WNI, dia tetap harus berdiskusi dengan keluarganya.
Statistik pemain berusia 20 tahun ini cukup mengesankan. Dia selalu main di musim ini, yakni telah tampil dalam tujuh laga Eerste Divisie (kasta kedua Liga Belanda) dan mencetak tiga gol serta satu assist.
Tiga golnya dicetak ke VVV Venlo, Az Alkmaar U21, dan FC Emmen. Satu assist saat lawan Excelsior.
Dia jauh lebih gacor alias produktif dibandingkan penyerang atau sayap kiri Timnas Indonesia, Rafael Struick yang bermain bersama ADO Den Haag di divisi yang sama.
Pada musim 2024/2025 ini, Rafael Struick yang lebih dua setahun dari Miliano baru memainkan 3 laga di Eerste Divisie, dan belum mencatatkan gol.
Catatan waktu bermainnya, Miliano juga lebih unggul. Dalam tujuh pekan atau tujuh laga, dia selalu jadi pemain di 11 pertama atau starting eleven, dengan catatan 546 menit bermain.
Sedangkan, Rafael Struick baru mendapat 148 menit bermain. Catatannya, 2 laga dalam starting eleven, satu laga sebagai pemain pengganti.
Baru-baru ini, Rafael Struick direkrut Brisbane Roar di Liga Australia. Harapannya dia mendapat lebih banyak menit bermain di liga yang lebih kompetitif.
Sebagai pemain sayap kanan yang serba bisa, Miliano menunjukkan penampilan luar biasa dengan selalu menjadi starter di setiap laga musim ini.
Kecepatan, kemampuan dribble, dan duel satu lawan satu menjadi kekuatan utamanya.
Dalam tujuh pekan pertama musim ini, kontribusinya mencolok dengan tiga gol dan satu assist, menjadikannya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di liga.
Sebaliknya, Rafael Struick, yang juga merupakan pemain keturunan Indonesia dan bermain sebagai penyerang atau sayap kiri, mengalami awal musim yang lebih lambat hingga direkrut Brisbane Roar.
Statistik ini menunjukkan perbedaan besar dalam produktivitas kedua pemain muda tersebut, meskipun sama-sama memiliki peran penting di lini serang.
Miliano juga memiliki karier yang begitu menjanjikan. Dia menjalani debut profesional di Eredivisie bersama Vitesse terjadi pada 24 April 2022, ketika berusia 18 tahun.
Ia masuk sebagai pemain pengganti melawan Willem II dalam pertandingan Eredivisie kasta tertinggi Liga Belanda.
Sejak itu, ia berkembang menjadi salah satu pemain andalan tim. Selama kariernya di Vitesse, ia telah bermain dalam 28 pertandingan untuk tim utama, mencetak tiga gol dan satu assist.
Selain itu, di tim U21 Vitesse, Miliano memainkan 25 laga dengan catatan lima gol dan satu assist.
Di sisi lain, Rafael Struick, awalnya bermain di ADO Den Haag U18 dengan catatan 4 laga, dengan 3 gol dan 1 assist.
Selanjutnya Rafael lama bermain di ADO Den Haag U21 dengan catatan 41 laga dengan 10 gol dan 5 assist.
Dia baru melakoni 11 laga di tim utama ADO Den Haag. Dia belum pernah bermain di Eredivisie, karena ADO Den Haag hanya bermain di kasta kedua.
Dalam perjalanan kariernya, Miliano memiliki fleksibilitas posisinya di lapangan.
Ia telah bermain di berbagai posisi, termasuk 31 kali sebagai sayap kanan, 16 kali sebagai gelandang serang.
Selain itu, dia bermain sebanyak lima kali sebagai sayap kiri, tiga kali sebagai gelandang kanan, dua kali sebagai gelandang tengah, dan bahkan sekali sebagai penyerang tengah.
Bahkan, dalam tujuh laga terakhir, lima laga bermain sebagai sayap kanan, dan dua laga sebagai gelandang serang.
Sedangkan Rafael Struick, sepanjang kariernya menjadi penyerang tengah sebanyak 20 laga, sayap kiri 17 laga, sayap kanan 8 laga, dan pernah sekali jadi bek kanan dan gelandang serang.
Dengan statistik yang mencolok dan kemampuan menyerang yang luar biasa, Miliano Jonathans semakin mempertegas potensinya sebagai pemain masa depan Timnas Indonesia.
"Saya lebih suka menyerang. Tapi saya harus memperbaiki kemampuan bertahan untuk membantu pertahanan," kata pemain bertinggi 1,8 meter ini.
Dengan stastistiknya tersebut, dia bisa menjadi opsi ketika lini serang Timnas Indonesia masih tumpul. ***
Editor : Y. Raharyo