BALIEXPRESS.ID - "Kakek saya mengajarkan saya bahwa mimpi tidak mengenal batas, meski harus dimulai dari bawah."
Kalimat sederhana ini menjadi pendorong utama bagi Jay Idzes, bek tangguh Timnas Indonesia, untuk terus berprestasi.
Di balik penampilannya yang kokoh di lapangan hijau, tersimpan kisah perjuangan panjang yang dimulai dari tanah air leluhurnya, Indonesia.
Lahir di Belanda, Jay Idzes memiliki darah Indonesia yang mengalir deras dalam dirinya.
Kakeknya, yang lahir di tahun 1939, tumbuh di tengah gejolak penjajahan Belanda dan Jepang.
Masa kecil yang keras, bahkan harus tinggal di panti asuhan selama sepuluh tahun, tidak mematahkan semangatnya.
Justru dari sanalah tumbuh tekad kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
Ketika mendengar cerita kakeknya, Jay Idzes merasa terharu dan terinspirasi.
"Saya sangat bangga dengan kakek saya. "Beliau mengajarkan saya arti kesabaran, kerja keras, dan pentingnya keluarga,” ujarnya.
Kisah perjuangan kakeknya menjadi motivasi bagi Jay Idzes untuk terus berlatih dan berprestasi.
Perjalanan karier Jay Idzes di dunia sepak bola pun tak lepas dari dukungan keluarga.
Setiap kali berhasil mencetak gol atau membawa timnya meraih kemenangan, ia selalu ingat akan sosok kakeknya yang telah tiada.
"Kemenangan ini saya persembahkan untuk kakek," ucapnya dengan haru.
Kisah Jay Idzes tidak hanya menginspirasi para pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi simbol semangat pantang menyerah bagi generasi muda.
Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, kita bisa meraih mimpi setinggi langit, tak peduli dari mana kita berasal.
Jay Idzes, bek muda berbakat Timnas Indonesia, memiliki kisah unik tentang asal-usulnya.
Meski lahir dan besar di Belanda, darah Indonesia mengalir kental dalam dirinya, terutama karena pengaruh kuat dari sang kakek.
Kakek Jay adalah sosok penting dalam keluarga yang berasal dari Indonesia.
Saat muda, sang kakek memutuskan untuk merantau ke Eropa, tepatnya ke Belanda.
Di negeri Kincir Angin itulah ia membangun keluarga, mewariskan nilai-nilai dan cerita tentang tanah air kepada generasi berikutnya.
Lahir di Belanda pada 2020-an, Jay tumbuh dengan identitas campuran.
Ia menikmati kehidupan modern Belanda, tetapi cerita-cerita masa kecil dari sang kakek tentang keindahan dan kebudayaan Indonesia selalu membuatnya penasaran.
Hubungan Jay dengan Indonesia tidak hanya sekadar cerita, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Keputusan Jay untuk bergabung dengan Timnas Indonesia adalah bukti cintanya terhadap akar leluhur. "Ini adalah cara saya menghormati kakek dan warisan yang ia bawa," ujar Jay dalam sebuah wawancara.
Kini, Jay Idzes tidak hanya menjadi simbol keberanian di lini pertahanan Timnas Indonesia, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana darah Indonesia dapat melintasi benua dan waktu, berkat jejak dan pengorbanan generasi sebelumnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna