BALIEXPRESS.ID- Performa Yabes Roni Malaifani sebagai kapten Bali United menuai sorotan dari para supporter di media sosial.
Yabes Roni yang sudah satu dekade membela Bali United ini dikritik lantaran jumlah kartu kuningnya yang cukup banyak musim ini.
Menanggapi hal tersebut, pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco memberikan klarifikasi mengenai peran Yabes Roni sebagai kapten tim.
Menurut Teco, pemilihan kapten dalam tim tidak hanya berdasarkan performa di lapangan, tetapi juga loyalitas dan dedikasi terhadap klub.
Saat ini, Ricky Fajrin adalah kapten utama Bali United, namun karena mengalami cedera, peran tersebut sering digantikan oleh Yabes Roni.
“Sama dengan Ricky, Yabes sudah 10 tahun sebagai pemain Bali United dan menurut saya punya hati yang lebih untuk berjuang dengan tim bersama rekan-rekannya,” ujar Teco.
Dalam dua musim terakhir, Yabes yang sebelumnya berposisi sebagai winger, dipindahkan menjadi bek kiri.
Perubahan posisi ini membuatnya lebih sering terlibat dalam duel pertahanan, yang berimbas pada akumulasi kartu kuning.
Hingga saat ini, ia telah mengoleksi delapan kartu kuning sepanjang musim.
Meski demikian, Teco menegaskan bahwa jumlah kartu kuning tidak ada kaitannya dengan status kapten tim.
Ia menilai hal tersebut wajar, mengingat posisi Yabes yang bertanggung jawab dalam meredam serangan lawan.
“Kartu kuning diperoleh karena ada pelanggaran yang terjadi. Menurut saya, tidak ada hubungan antara kartu dengan kapten dalam tim. Selama membantu tim untuk meraih hasil positif tentu tidak masalah,” tegas Teco.
Selain Yabes dan Ricky Fajrin, beberapa pemain lain seperti Elias Dolah dan Kadek Agung juga pernah dipercaya menjadi kapten saat keduanya tidak bisa dimainkan. (*)
Editor : I Made Mertawan