BALIEXPRESS.ID - Kekalahan telak Timnas Indonesia 1-5 dari Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Sydney Football, Kamis (20/3), meninggalkan lebih dari sekadar kekecewaan.
Di tribun penonton, momen emosional pun terjadi: nama Shin Tae-yong kembali menggema, seolah menjadi sinyal ketidakpuasan terhadap performa tim di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Sorakan "Shin Tae-yong! Shin Tae-yong!" bukanlah hal asing di stadion-stadion Indonesia.
Baca Juga: Komentar Shin Tae-yong setelah Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5: Sebut Hanya Satu Kekurangan
Dari Gelora Bung Karno, Gelora Bung Tomo, hingga Manahan, yel-yel itu selalu mengiringi perjuangan Garuda.
Namun, terakhir kali terdengar lantang di tanah air adalah setelah kegagalan skuad Garuda di Piala AFF 2022.
Kini, setelah kekalahan telak di Sydney, seruan itu kembali muncul.
Dominan tapi Tak Efektif, Timnas Indonesia Tumbang di Sydney
Sepanjang pertandingan, Timnas Indonesia sebenarnya menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5, Dukungan Erick Thohir ke Kluivert Tuai Sorotan
Di babak pertama, skuad Garuda mencatatkan 64 persen penguasaan bola. Namun, efektivitas serangan menjadi perbedaan mencolok yang dimanfaatkan Australia untuk menghancurkan harapan Garuda.
Kesempatan emas sebenarnya hadir di menit ke-7 saat Rafael Struick dijatuhkan Kye Rowles di kotak penalti.
Sayangnya, eksekusi penalti Kevin Diks hanya membentur tiang gawang. Kesempatan unggul lebih dulu pun melayang.
Sebaliknya, Australia tampil lebih efektif. Pada menit ke-18, Nathan Tjoe A On melakukan pelanggaran terhadap Lewis Miller, berujung penalti yang dieksekusi sempurna oleh Martin Boyle.
Dua menit berselang, Nishan Velupillay mencetak gol kedua, memanfaatkan bola liar di depan gawang Maarten Paes.
Australia semakin menjauh lewat gol Jackson Irvine (34'), Craig Goodwin (61'), dan Irvine kembali menutup kemenangan telak di menit ke-90+7.
Sementara itu, Indonesia hanya mampu mencetak satu gol hiburan lewat Ole Romeny (78'), setelah menerima umpan dari Kevin Diks.
Nama Shin Tae-yong Menggema, Sinyal Ketidakpuasan Suporter?
Usai pertandingan, para pemain Timnas Indonesia berkeliling lapangan menyapa suporter.
Namun, di momen inilah nama Shin Tae-yong kembali diteriakkan oleh pendukung Garuda.
Sorakan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan ekspresi kekecewaan terhadap performa skuad di bawah asuhan Kluivert.
Tekanan terhadap Patrick Kluivert kini semakin besar. Laga berikutnya melawan Bahrain di Gelora Bung Karno (25/3) akan menjadi ujian krusial.
Jika Timnas kembali gagal, bukan tidak mungkin yel-yel Shin Tae-yong akan semakin kencang bergema di stadion.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir tetap menunjukkan dukungan terhadap Timnas Indonesia.
Melalui unggahan di Instagram, ia menegaskan komitmennya untuk terus membangun sepak bola nasional.
"Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya. Saya akan tetap kerja keras membangun Tim Nasional ini untuk menembus Piala Dunia. Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada," tulis Erick.
Namun, pernyataan ini justru menuai reaksi tajam dari warganet.
Banyak yang menilai perlakuan Erick terhadap Kluivert jauh lebih lunak dibandingkan dengan saat Shin Tae-yong menghadapi tekanan akibat kekalahan dari Tiongkok dan Jepang.
"Pas kalah lawan China dan Jepang kok nggak begini, Pak?" sindir akun @ultimategaruda.
Kini, semua mata tertuju pada laga melawan Bahrain.
Apakah Kluivert bisa membungkam kritik dan meraih kemenangan? Ataukah sorakan ‘Shin Tae-yong’ akan semakin keras menggema di stadion? ***
Editor : I Putu Suyatra