Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

POBSI Bali Terapkan Handicap Baru Bagi Pebiliar

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 3 Agustus 2020 | 03:39 WIB
POBSI Bali Terapkan Handicap Baru Bagi Pebiliar
POBSI Bali Terapkan Handicap Baru Bagi Pebiliar


DENPASAR, BALI EXPRESS - Pengprov Persatuan olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali, membuat gebrakan baru yang berhubungan dengan atlet. Aturan itu untuk merapikan sekaligus menata lebih apik soal level kualitas pebiliar yang disesuaikan dengan handicap yang disandangnya. Aturan ini bakal diresmikan dalam waktu dekat.


Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali, Willy Soedarno, Minggu (2/8), mengatakan, aturan baru dibuat dan disepakati oleh Pengkab dan Pengkot POBSI se-Bali dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) beberapa waktu lalu di kediaman Ketua Umum, Njoo Daniel Dino Dinata. “Nantinya bakal kami sosialisasikan secara tertulis dan resmi ke seluruh pengurus se-Bali," bebernya.


Handicap terbaru yang dimaksudkan, yakni handicap yang telah disandang pebiliar seluruh Bali diturunkan 1 level. Untuk melihat handicap yang dimiliki pebiliar bersangkutan, bisa dilihat dari kejuaraan yang telah diikuti, terutama saat meraih juara 1 hingga juara 3 bersama.  "Semua sudah tahu antar pebiliar, handicapnya yang disandang. Handicap tersebut berlaku resmi untuk kejuaraan yang minimal pesertanya berjumlah 48 pebiliar. Semua pebiliar akan didata POBSI Bali," jelas Willy.


Sedangkan untuk pebiliar pemilik handicap untuk naiknya level, juga ditentukan oleh penilaian hasil di beberapa kejuaraan local, termasuk di level nasional. Contohnya untuk pebiliar yang memiliki handicap 3, untuk naik ke handicap 4, yakni pebiliar yang telah tiga kali menjuarai event atau masuk final dengan minimal meraih juara III bersama. Kemudian untuk handicap 4 ke 5, yakni pebiliar yang sudah empat kali juara atau minimal tembus juara III bersama, begitu seterusnya.


Penerapan sistem ini hanya berlaku ketika ada kejuaraan yang memakai sistem handicap. Misalkan ada kejuaraan mencari pemenang dengan 7 game. Kemudian pebiliar A memiliki handicap 4 bertemu dengan pebiliar B yang memiliki handicap 6. Si A mendapat keuntungan skor lebih dulu supaya pertandingan berjalan adil. "Anggap si A skornya sudah 2-0 di awal melawan si B," terangnya.


Lanjutnya, handicap yang terendah itu adalah di level 3. Tujuan menerapkan sistem ini, supaya pebiliar Bali bisa setara dengan pebiliar nasional nantinya, dan ini merupakan kebijakan pengprov masing-masing. "Sekarang saja kalau pebiliar Bali handicap memegang handicap 7 dengan aturan ini, maka diturunkan satu level menjadi handicap 6, begitu juga yang dibawahnya. Sedangkan pebiliar yang bermain bola kecil dan memang masternya, tapi jarang atau tidak pernah bermain di bola besar, maka kami berikan handicap 4," pungkas Willy.

Editor : I Komang Gede Doktrinaya