Informasi yang dihimpun dari Basarnas Bali, insiden ini bermula ketika korban berenang bersama turis asing lainnya di pantai dengan akses tebing tinggi tersebut sekitar pukul 16.30. Mereka berenang agak ke tengah. Setengah jam kemudian, tiba-tiba pria yang tinggal di Jimbaran itu terseret arus bersama dua orang, yakni perempuan Spanyol berinisial FVL, 32, serta pria Jerman berinisial AAF, 33.
Wisatawan lain asal Rusia yang saat itu juga berenang, bergegas berusaha menolong para korban. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, I Wayan Suwena menerangkan FVL dan AAF berhasil lebih dulu diselamatkan dan dibawa ke tepi. Sementara Alberto masih di laut. "Korban yang meninggal itu dilihat oleh para saksi mata masih digulung ombak," ujarnya, Senin (12/6).
Lalu, korban kembali dicari ke tengah laut dan ditemukan dalam keadaan lemas. Setelah dibawa ke tepi pantai, Alberto sempat diberikan pertolongan pertama resusitasi jantung paru-paru (CPR). Sayangnya, nyawa pria asal Negeri Matador ini tak tertolong. Lebih lanjut, Jenazah korban tidak bisa langsung dievakuasi, lantaran akses yang sulit untuk membawa naik ke atas tebing.
Sehingga, Basarnas Bali mengerahkan sembilan personel menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, Tim mengamati medan dan mencari jalur evakuasi yang aman. Akhirnya mereka bisa menjangkau ke bawah tebing dan memasukkan korban ke dalam kantong jenazah.Tim SAR gabungan sempat mengalami kesulitan karena bobot jenazah sangat berat.
"Medan yang kami hadapi adalah tebing yang sangat curam, jadi bahau-membahu dan secara hati-hati melalui jalan setapak untuk mengevakuasi korban tersebut sampai di atas," tandasnya. Akhirnya, jenazah Alberto sampai di atas sekitar pukul 21.25, dan langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar.
Adapun dua turis yang selamat kondisinya disebut baik. Sehingga tidak memerlukan penanganan medis khusus. Selain Basarnas Bali, selama berlangsungnya proses evakuasi, juga melibatkan SAR Samapta Polda Bali, Polair Polresta Denpasar, Balawista, Jasa Ambulan Bali, Babinsa Pecatu, Pacalang Desa Pecatu, Linmas Desa Pecatu, SAI Rescue, DSM Bali, masyarakat setempat dan rekan korban.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya