DENPASAR, BALI EXPRESS - Tasts Atlas, sebuah situs travelling dan panduan kuliner, mencatut nama Warung Mak Beng sebagai restoran legendaris Dunia. Sebab Warung Mak Beng menempati peringkat ketiga dari 150 restoran terpilih di dunia. Warung Mak Beng bahkan menjadi satu-satunya tempat kuliner dari Indonesia yang masuk daftar tersebut. Warung makan ini berada di bawah restoran Figlmuller di Vienna Austria dan Katz's Delicatessen di New York City.
Restoran ini telah cukup dikenal masyarakat, bahkan hingga wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman) dengan menu ikan dan sop andalannya. Warung Mak Beng berlokasi di Jalan Hang Tuah Nomor 45 Sanur, Denpasar.
Prestasi ini lantas viral di jagat maya, hingga mengundang rasa penasaran pengunjung. Maulidina Marlita (24), salah satunya, yang datang dan makan ke sana setelah melihat peringkat tersebut dari salah satu postingan di Instagram.
Perempuan asal Malang ini kebetulan tengah berada di Bali saat melihat postingan tersebut. Maka dari itu, ia memutuskan untuk singgah ke Warung Mak Beng karena hotel tempatnya menginap juga dekat dengan Warung Mak Beng. “Saya baru pertama ke sini setelah tadi melihat postingan Instagram jadi yang ketiga dari 150 restoran legendaris di seluruh dunia. Karena dekat hotel kenapa saya tidak mencoba,” tuturnya, Selasa (27/6).
Setelah mencoba menu andalan Mak Beng berupa ikan goreng dan sup ikannya, Maulidina mengaku cukup puas dengan rasanya. “Ketika dicoba rasanya enak sekali, masakan rumah tapi nikmat, bikin meleleh dan porsinya besar. Ikannya lembut dan paling suka kuah supnya, favorit banget,” komentarnya.
Selain itu, meskipun pengunjung ramai, dirinya mengaku pelayanan cepat, tak kurang dari 10 menit.
Pengunjung lain, Lukman Nurhakim (27) asal Bandung mengaku kerap menikmati kuliner di sini. Dikatakannya, kuliner Mak Beng memiliki cita rasa yang juara. Setiap berkunjung ke Bali, ia selalu menyempatkan singgah ke Warung Mak Beng. “Ikannya tebal, porsi besar, nasi banyak, kuah supnya paling utama,” ucapnya.
Ia pertama kali datang ke Warung Mak Beng atas rekomendasi dari teman yang pernah ke Bali. Diakuinya, setiap ke Warung Mak Beng, antrean selalu ramai dan harus menunggu. Namun demi rasa kuliner yang nikmat, ia pun mengaku tak masalah menunggu 10 menit.
Sementara itu, Owner Warung Mak Beng, Dodit yang ditemui di kediamannya, Senin (26/6), mengaku cukup terkejut dengan predikat ini. Dodit merupakan generasi ketiga pemilik Warung Mak Beng ini dan merupakan cucu keempat dari Mak Beng.
Ia menerangkan, awal buka di tahun 1941, warung ini lebih mirip seperti kedai kopi pada umumnya. Namun saat itu sudah menjual kuliner ikan goreng dan sup dengan sambelnya yang khas karena mengingat Sanur adalah daerah pesisir penghasil ikan. “Awalnya banyak varian, termasuk ada semacam camilan,” ungkapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, penjualan pun fokus pada ikan goreng, sup dan nasi. Satu produk yang menjadi istimewa adalah, cita rasa sambalnya yang kaya. Sambal inilah yang menjadi brand utama Mak Beng.
Kini Warung Mak Beng sudah memiliki dua cabang yakni di Ubud dan Tabanan. Terkait rencana membuka cabang baru, dirinya mengaku saat ini masih belum terpikirkan.
Sebagai informasi, Warung Mak Beng ini didirikan oleh Ni Ketut Tjuki yang kini lebih dikenal dengan Mak Beng bersama suaminya I Putu Gede Wirya (Nyoo Tik Gwan). Sementara untuk sambal Mak Beng ini dipelopori oleh mertua Mak Beng.
Editor : I Putu Suyatra