Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dampak Polusi di Ibukota, PHRI Sebut Dampak Positif Bagi Bali Datangkan Wisdom

Rika Riyanti • Rabu, 23 Agustus 2023 | 01:08 WIB

 

TRAFIK: Kondisi trafik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
TRAFIK: Kondisi trafik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.



DENPASAR, BALI EXPRESS - Ibu Kota Jakarta tengah dilanda masalah populasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk work from home (wfh) atau work from anywhere (wfa).

 

Bali digadang-gadang menjadi salah satu tempat yang dipilih. Tentunya ini menjadi kesempatan baik dan memberikan dampak positif bagi tingkat hunian kamar hotel di Bali.

 

Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Suryawijaya, okupansi sedikit terpengaruh dari kejadian tersebut. Diakuinya memang terjadi kenaikan okupansi, namun tidak signifikan.

 

Baca Juga: Libur Lebaran, Wisdom Padati Arus Lalu Lintas di Badung

 

“Ada pengaruh, tapi tidak siginifikan. Dia (warga ibukota) kan tidak menetap, mereka berlibur. Lebih baik dia berlibur di Bali, udaranya masih lebih bagus daripada ibu kota,” jelasnya, Selasa (22/8). 

 

Suryawijaya menyebutkan, kenaikan okupansi mulai terjadi sejak awal Juli lalu. Ketidaknyamanan warga di ibu kota diakuinya akan membuat mereka pergi ke Bali.

 

 

Tidak hanya Bali, untuk bebas dari hiruk-pikuk kota besar, beberapa daerah lainnya juga menjadi tujuan destinasi.

 

“Bali sendiri tentu akan mendukung perpindahan tersebut jika dari sisi berlibur. Namun jika perpindahan bersifat permanen dan membuat penuh, tentu tidak akan baik untuk Bali karena akan menjadi beban,” tuturnya.

 

Sementara itu, bedasarkan data dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, nampak pada Juli jumlah penumpang domestik melejit. Tercatat penumpang di Bandara Ngurah Rai mencapai 483.339 penumpang datang dan 510.259 penumpang berangkat sehingga total melayani 993.598 penumpang.

 

Baca Juga: Presiden Arahkan WFH, Pelaku Pariwisata Harapkan Kondisi Tak Separah Delta

 

Sementara catatan Bandara Ngurah Rai pada bulan Juni yaitu melayani sebanyak 909.341 penumpang domestik. Adapun rinciannya yaitu 463.549 penumpang datang dan 445.792 penumpang berangkat. Dari data tersebut nampak jumlah penumpang domestik pada Juli lebih banyak dibandikan Juli.

 

Jakarta menjadi rute domestik tersibuk dengan jumlah 508.375 penumpang selama bulan Juli. Demikian pada bulan Juni jumlah penumpang rute Jakarta-Denpasar yaitu 459.887 penumpang.(*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#wfa #bali #wisdom #polusi #phri #wfh