BALI EXPRESS- Menikmati sunset dari beach club atau dari pinggir pantai sudah menjadi aktivitas yang biasa bagi wisatawan yang datang ke Bali.
Bagaimana jika menikmati pemandangan matahari tenggelam sembari terbang di atas Samudera Indonesia?
Tentu saja bisa. Salah satunya adalah dengan cara menjajal aktivitas wisata paragliding atau paralayang.
Olah raga yang memicu adrenalin ini ternyata tidak saja menawarkan keseruan terbang bersama pilot sembari menikmati pemandangan dari ketinggian.
Tetapi juga menawarkan pengalaman untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dari atas Samudera Indonesia.
Untuk bisa menikmati sensasi sunset dari atas Samudera Indonesia, wisatawan bisa datang ke kawasan Melasti Cliff di Jalan Pantai Melasti, Kuta Selatan.
Kawasan Melasti Cliff menjadi salah satu lokasi untuk melihat sunset di atas Samudera Indonesia, karena di lokasi ini banyak terdapat penyewaan paralayang.
Tempat ini juga merupakan salah satu lokasi paling strategis di kawasan Kuta Bali untuk melihat pemandangan matahari saat tenggelam.
Sehingga terbang di sore hari menjelang sunset bisa memberikan pengalaman baru bagi wisatawan.
Nah untuk melihat sunset sambil terbang, wisatawan wajib terbang bersama pilot.
Tentunya menggunakan perlengkapan berupa harness, helmet dan parasut sesuai dengan ukuran dan berat badan pilot dan penumpang.
Sedangkan untuk perlengkapan lainnya yang harus dibawa pilot adalah radio/HT.
Bagi peserta wajib menggunakan sepatu untuk menghindari cedera ketika mulai terbang dan mendarat.
Untuk terbang tandem ini, kecepatan angin yang diperlukan berkisar dari 15 Km per jam sampai dengan 20 Km per jam.
“Dengan kecepatan tersebut, kami sudah bisa terbang tandem selama 15 menit di udara,” jelas Agus Sumanjaya, salah seorang pilot paralayang di Melasti Cliff.
Soal biaya yang harus dikeluarkan jika ingin merasakan sensasi terbang di atas samudera Indonesia sambil melihat sunset?
Beberapa tempat penyewaan di kawasan Melasti Cliff, menyebut mulai dari Rp957 ribu per orang untuk wisatawan domestik dan Rp1,6 juta per orang untuk wisatawan asing.
Biaya tersebut sudah termasuk asuransi jiwa untuk setiap penumpang tandem.
Dengan biaya tersebut wisatawan bisa menikmati sensasi terbang selama 15 menit bersama dengan pilot paralayang.
Waktu terbaik untuk melakukan kegiatan ini, sekitar pukul 17.30 Wita sampai 17.55 Wita.
Karena periode waktu itu adalah Golden Hour untuk menikmati panorama matahari terbenam. (*)
Editor : Nyoman Suarna