BANGLI, BALI EXPRESS- Desa Wisata Penglipuran, terletak di Kabupaten Bangli, Bali.
Penglipuran merupakan tempat wisata andalan bagi Pemerintah Kabupaten Bangli.
Hari-hari biasa, kunjungan ke Penglipuran kisaran 2.000 sampai 3.000 orang. Paling banyak wisatawan domestik.
General Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang membuat Penglipuran menjadi favorit wisatawan.
Pertama, tentu soal tata ruang desa. Tata ruang desa ini menjadi daya tarik andalan bagi Penglipuran.
Kemudian pihak pengelola desa wisata ini terus berinovasi agar wisatawan tidak cepat bosan berada di sana dan selalu ingin mengunjungi Penglipuran.
Sejak satu tahun yang lalu, hutan bambu di Desa Wisata Penglipuran telah dibuka sebagai tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Di sana telah disediakan jogging track, beragam spot foto menarik, dan tempat-tempat kuliner juga tersedia.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman unik makan di tengah hutan bambu.
Sumiarsa menegaskan bahwa tidak ada biaya tambahan bagi wisatawan yang ingin masuk ke hutan bambu.
Hanya dengan membayar tiket sekali, Anda bisa menjelajahi Desa Penglipuran hingga hutan bambu sepuasnya.
Harga tiket masuk Penglipuran dibagi menjadi dua kategori: wisatawan asing dan domestik.
Untuk wisatawan asing, harga tiket dewasa adalah Rp50 ribu per orang, sedangkan untuk anak-anak Rp30 ribu.
Sementara itu, harga tiket untuk wisatawan domestik lebih terjangkau dengan harga dewasa sebesar Rp25 ribu dan anak-anak cukup membayar Rp15 ribu.
Pada libur lebaran 2024, pengunjung juga dapat menikmati atraksi budaya berupa pementasan Barong Macan di hutan bambu.
Namun, untuk menikmati hiburan tersebut, wisatawan akan dikenakan biaya tambahan. (*)
Editor : I Made Mertawan