Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jatiluwih Bali Bersolek Sambut Delegasi WWF, Siapkan Tari Tebuk Lesung Lansia

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 18 Mei 2024 | 15:30 WIB
Wisatawan berkunjung ke DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, 17 Mei 2024.
Wisatawan berkunjung ke DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, 17 Mei 2024.

TABANAN, BALI EXPRESS- DTW Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali yang akan dikunjungi oleh delegasi World Water Forum (WWF) sudah mulai bersolek.

Beragam persiapan dilakukan pihak manajemen DTW Jatiluwih, mulai dari memasang 100 penjor, sunari, pindekan dan mempersiapkan beragam atraksi pertanian.

Manajer DTW Jatiluwih I Ketut Purna, ketika ditemui Jumat, 17 Mei 2024 menyebutkan secara keseluruhan DTW Jatiluwih sudah siap menerima kunjungan para delegasi peserta WWF.

Untuk sarana dan prasarana sendiri dikatakannya sudah rampung termasuk tempat parkir mobil yang akan digunakan oleh para delegasi dan lokasi kunjungan sudah siap.

"Untuk saat ini yang kami lakukan adalah bagian finishing saja, seperti melakukan dekorasi dengan memasang penjor, sunari dan pindekan. Termasuk memasang Jatiluwih Gate di sisi timur monumen Unesco," jelasnya.

Total ada sebanyak 100 penjor yang akan dipasang di areal yang akan dikunjungi oleh para delegasi WWF.

Untuk penjor ini, dikatakan Purna, dikerjakan oleh krama dari 10 banjar yang ada di Desa Jatiluwih. 

Selanjutnya adalah pemasangan sunari dan pindekan yang dipasang masing-masing sebanyak 6 buah.

Untuk atraksi yang akan ditampilkan, DTW Jatiluwih sudah menyiapkan beberapa atraksi.

Mulai dari tari penyambutan yang akan menggunakan yaitu Rejang Kesari, Tari Tebuk Lesung oleh lansia yang berasal dari banjar di sekitar DTW dan beberapa atraksi tradisional yang berkaitan dengan aktivitas pascapanen para petani di Jatiluwih.

"Untuk atraksi di tengah sawah tidak kami lakukan, karena saat ini areal sawah di Jatiluwih masih ditumbuhi padi. Sehingga atraksi yang ditampilkan hanya berkaitan dengan aktivitas pasca panen," urainya.

Lantas bagaimana dengan anggaran yang dikeluarkan DTW Jatiluwih untuk menyambut para delegasi ini?

Purna mengatakan dana yang dianggarkan untuk penyambutan delegasi ini mencapai Rp250 juta. 

"Dana tersebut digunakan untuk keperluan dekorasi dan proses penyambutan saja, seperti membayar penari yang akan tampil, membeli produk dekorasi dan lain sebagainya. Sedangkan untuk areal parkir itu anggarannya berbeda," ungkapnya.

Jadwal kunjungan delegasi WWF ke Jatiluwih disebutkan Purna sudah mulai datang pada 20 Mei 2024, diperkirakan per harinya Jatiluwih akan dikunjungi sebanyak 50-100 orang delegasi.

Sedangkan untuk kepala negara, akan dijadwalkan pada 24 atau 25 Mei.

Dengan jumlah kunjungan yang mencapai 50-100 orang per hari, Purna menyebutkan pihaknya sudah mempersiapkan kawasan yang akan digunakan untuk menampung kendaraan pada delegasi.

Kendaraan delegasi akan diparkir di tempat parkir yang baru jadi, yakni di dekat kuburan Desa Jatiluwih.

Sedangkan untuk kendaraan wisatawan akan diparkir di kawasan parkir Pura Puncak Petali, dan wisatawan akan menuju Jatiluwih dengan menggunakan mobil buggy yang sudah stand bay di kantong-kantong parkir.

"Rencana saya selama menerima delegasi, di sepanjang jalan tidak akan ada kendaraan yang parkir. Untuk itu, kami sudah melakukan sosialisasi kepada para pemandu dan wisatawan melalui website kami. Aktivitas wisata akan tetap berjalan seperti biasa, hanya akan ada sedikit rekayasa parkir saja," tambahnya.

Dari sisi keamanan, selain sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti TNI dan Polri.

Untuk aktivitas pengamanan pihak DTW juga akan menurunkan pacalang untuk membantu proses pengamanan. Pecalang ini akan diturunkan mulai 20 Mei 2024. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #wwf #Jatiluwih #tabanan