Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali tak Punya Objek Wisata Ini, tetapi Ada di Bondowoso: Bikin Wisatawan Berdecak Kagum karena Jumlahnya Sangat Fantastis

Nyoman Suarna • Rabu, 18 Desember 2024 | 01:45 WIB
DAYA TARIK: Objek wisata yang membuat wisatawan berdecak kagum hanya ada di Bondowoso, dengan jumlah yang sangat fantastis.
DAYA TARIK: Objek wisata yang membuat wisatawan berdecak kagum hanya ada di Bondowoso, dengan jumlah yang sangat fantastis.

BALIEXPRESS.ID - Tak seperti Bali, yang dikenal dengan pantai dan budaya uniknya, Bondowoso memiliki daya tarik sejarah yang luar biasa dan jarang ditemukan di tempat lain.

Wisatawan akan berdecak kagum saat mereka menjelajahi Batu Soon di Desa Solor, Kecamatan Cermee, yang menjadi salah satu simbol warisan megalitikum Bondowoso.

Bondowoso, yang dikenal sebagai "Kota Tape" karena reputasinya sebagai penghasil tapai, ternyata juga menyimpan kekayaan situs-situs bersejarah dari era megalitikum.

Terdapat 18 dari 23 kecamatan di Bondowoso yang memiliki situs-situs megalitik, mengundang imajinasi kita untuk melintasi waktu kembali ke masa prasejarah.

Delapan kecamatan, seperti Grujugan, Maesan, Wringin, Pujer, Tlogosari, Tamankrocok, Tapen, dan Klabang, memiliki konsentrasi terbesar situs-situs megalitik.

Tantri Raras Ayuningtyas, sejarawan Bondowoso, menyebut Bondowoso layak disebut "Kota Seribu Megalitikum."

Benda-benda megalitikum yang ditemukan sangat beragam, seperti sarkofagus, dolmen, menhir, batu kenong, dan arca batu.

Peninggalan-peninggalan ini diperkirakan telah ada sejak sebelum Masehi dan masih dapat dilihat hingga kini, menjadikannya tempat wisata edukasi sejarah yang potensial.

"Ini bisa menjadi pusat penelitian megalitik di Jawa Timur untuk pembelajaran sejarah lokal," ujar Tantri Raras.

Salah satu lokasi paling kaya megalitik adalah Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, yang dikenal memiliki batu kenong.

Batu kenong adalah batu berbentuk silindris dengan tonjolan di atas dan tengahnya, yang meskipun fungsinya masih misterius, diduga berhubungan dengan pemujaan arwah leluhur.

Di Desa Pekauman juga terdapat Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB), yang menyimpan ratusan benda peninggalan zaman prasejarah.

PIMB berperan penting dalam menjaga dan mengembangkan pengetahuan tentang situs-situs megalitik ini.

Wisatawan dan akademisi dapat dengan mudah mengakses informasi terkait, serta memahami peran dan fungsi benda-benda megalitik dalam konteks sejarah dan budaya lokal.

Bondowoso menawarkan peluang besar bagi para akademisi untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang dapat memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Pengembangan situs-situs megalitik Bondowoso sebagai destinasi wisata edukasi berpotensi menjadi langkah penting dalam melestarikan warisan budaya yang berharga.

Tak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya daerah.

Dengan pendekatan yang tepat, Bondowoso dapat menjadi pusat kajian megalitik di Indonesia, menarik wisatawan lokal maupun internasional yang ingin lebih mendalami sejarah dan budaya prasejarah Indonesia. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bondowoso #bali #wisatawan #megalitikum #objek wisata #prasejarah